aghofur tidak anonim juga bukan penipu
Gempur Media
Memungut Remah-remah Remeh Kehidupan untuk Membangun Kembali Makhluk yang bernama Manusia dan Kemanusiaan
100 Tahun Kebangkitan Nasional
Momentum kebangkitan TI Indonesia
oleh: Abdul Ghofur
http://aghofur.com
Negara Indonesia sebagai negara berkembang, seringkali menjadi obyek daripada subyek dalam banyak bidang terutama perkembangan teknologi komunikasi dan informasi. Kapitaliasi dunia perangkat lunak yang menjadi hegemoni Microsoft Corporation tak bisa disanggah. Tak hanya Indonesia, bahkan negara maju sekali pun belum mampu melepaskan diri dari jeratannya. Komunitas open source yang dipelopori oleh Linus Torvald hingga dua dasawarsa sekalipun belum mampu menggeser keperkasaan Bill Gates, bos Microsoft.
Tags: linux, Open Source
Akhirnya [Linux] Datang Juga
Dari beberapa hari yang lalu, tepatnya sebulan lalu, saya mengadakan migrasi besar-besaran sistem operasi. Dari pabrikan Microsoft yang meski serial number-nya gak bajakan -maklum nebeng ITS- tapi tetep menjadi kejengkelan luar biasa karena ganasnya serangan virus, akhirnya saya putuskan untuk beralih ke Linux.
Kini sudah separuh komputer sekolah beralih ke linux. Dari berbagai pertimbangan terutama dari spesifikasi komputer yang minimalis, akhirnya PcLinuxOS menjadi pilihan terbaik untuk komputer sekolah. Distro terkenal dan populer sekelas Ubuntu dirasa masih mengganjal mengingat spesifikasi minimal kompi yang diminta lumayan tinggi. PclinuxOS terpilih setelah mencoba berbagai distro, di antaranya winbi, edubuntu, fedora, blankon, slackware dan mandriva. PCLinuxOS really radically simple. Sesuai dengan slogannya.
Mulai dari GUI yang menggunakan KDE terasa begitu familiar seperti bekerja di Windows. Siswa pun tak banyak kesulitan meski harus belajar lagi. Setting jaringan untuk akses internet yang sangat mudah dan proses instalasi yang sangat cepat menjadi kelebihan utama dari distro ini. Instalasi hanya membutuhkan 15-20 menit dari Live Cd yang saya download langsung dari sini. Sayangnya, instalasi menjadi gagal ketika berhadapan dengan harddisk Sata. Sehingga, separuh laboratorium menggunakan distro lain, rencananya ubuntu. Controler SATA dari chipset VIA belum include dalam database driver PClinuxOS, sementara untuk mencari solusinya terbentur waktu.
Tags: linux, opensource
Hari Pendidikan dan Refleksi UAN 2008
Kembali saya dihadapkan pada tiang yang menyangga bendera lusuh itu tetap berkibar. Selusuh itukah pendidikan Indonesia? Jawabnya beragam. Peringatan hari pendidikan terlalui begitu sangat biasa dan memang kering makna. Tayangan televisi sekali lagi menyuguhkan satire, di mana tawuran antar pelajar terjadi sesaat setelah mengikuti peringatan hari pendidikan nasional di Ambon. Satu contoh kecil dari sekian kegagalan pendidikan dalam mencetak generasi penerus bangsa.
Melanjutkan kisah memilukan tahun sebelumnya yang juga tak kunjung jelas penyelesaiaannya, UAN 2008 masih diwarnai praktik kecurangan di berbagai lapisan. Melanjutkan tulisan terkait tentang pendidikan memprihatinkan dan UAN sebelumnya, bahwa apa yang dikhawatirkan menimpa UAN 2008 ternyata benar-benar terjadi di lapangan. Masih seperti tahun-tahun sebelumnya, penyimpangan terjadi tak hanya di level siswa, di level pengawas pun terjadi penyimpangan.
Jeda Blogging
Sayang seribu sayang! Begitu banyak momentum terlewatkan dan tak terekam dalam tulisan.
Tapi, satu hal yang saya menangkan dari jeda panjang kepenulisan, kembali menjadikan blog sebagai alat dan tak menjadikannya “berhala baru” yang membuat saya memelototi pda dari bangun tidur hingga menjelang tidur sekadar untuk melihat komentar terbaru juga melihat feed terbaru dari blog kawan-kawan semua.
Selain karena memang banyaknya kesibukan, momentum kemarin saya gunakan untuk melatih diri kembali ke kenormalan blogging. Karena aktifitas saya sebelumnya sudah seperti orang mabuk, sehingga perlu ada refleksi dan kajian ulang dalam blogging.
Kini, saya memulai kembali blogging setelah terputus dua minggu tentunya dengan kewajaran sesuai takaran yang saya miliki. Pastinya, tak akan menggunakan takaran milik panjenengan semua. Hehehehe…
Untuk Raka
Disclaimer: postingan murni dari kusutnya hati dan pikiran. Mohon untuk tidak disalahmengerti. Maaf, untuk kawan-kawan bahwa saya belum bisa beraktifitas penuh membalas tegur sapa yang panjenengan berikan. Sekali lagi maaf.
Senyummu siang itu bagai telaga
Kucanda engkau dalam perih yang kau tahan
Ingin kuhamburkan kata agar engkau tak merasa sakitnya derita
tapi, engkau lebih tegar dari yang kusangka
Maafkan bila kusapa engkau dalam perihnya duka yang kau sandang
dan aku yang sok heroik datang seperti pahlawan yang memang kesiangan
Maaf, Raka!
Bila hadirku hanya menambah nestapa …
Juga tak berarti apa-apa…
Tags: balita, gizi buruk, kemiskinan, lapar, marasmus
Dunia indah tanpa kekerasan, peperangan dan saling membantai sesama. Dunia sangat indah dengan damai dan persaudaraan. Meski itu semua seperti utopia..









