Apa yang Anda Pikirkan tentang Komunitas ASEAN 2015?
Belum lagi habis persoalan bangsa besar ini dengan karut marutnya aspek kehidupan pendidikan terkait kasus contekan massal, kini saya yang gelisah dihadapkan pada pertanyaan besar sebagai orang awam: Akan seperti apakah bangsa Indonesia ketika berada dalam komunitas ASEAN 2015?
Tapi, sebelum beranjak lebih jauh, baiknya anda memahami terlebih dahulu -meski saya yakin, anda juga akan sulit memahaminya- apa itu komunitas ASEAN 2015 dan lantas coba bayangkan benda apa itu dan apa implikasinya bagi kehidupan anda di tahun 2015 dan ke depannya. Insya Allah dijamin bingung bagi orang awam macam saya yang tak mengerti bahasa diplomasi dan peta politik internasional.
Okelah, mari berandai-andai, jika anda coba bandingkan antara komunitas ASEAN dengan Uni Eropa mungkin akan ada sedikit gambaran pencerahan akan dibawa ke mana ‘hubungan’ bangsa-bangsa negara Asia Tenggara ini. Mari bicara dengan bahasa awam: kalau ada komunitas ASEAN 2015 tentu secara sederhana dalam bayangan saya akan ada ‘komunikasi langsung‘ (komunikasi ekonomi, komunikasi budaya, komunikasi pendidikan) antarwarga negara anggotanya yang jelasnya tak hanya berlangsung di tingkat elit pemerintahan. Kalau hanya berlangsung di tingkat elite, tentunya ndak perlu susah-susah membuat komunitas, cukup dengan ASEAN dan KTT-nya saja, kan.
Lantas, pertanyaannya adalah
- Dalam hal apa saja ‘komunikasi langsung’ (interaksi) tersebut dapat terselenggara dan diijinkan? Misal: antarwarga negara ASEAN yang tertarik bekerjasama melakukan hubungan dagang, diijinkan ndak? Bolehkah pertamina dengan para pengusahanya buka POM bensin di Vietnam atau Thailand? Bolehkah misalnya MIE Sehati pak Eko Eshape buka cabang waralaba-nya di Filipina, Malaysia, Brunei? Bolehkah tukang becak Yogyakarta bagian Malioboro yang sebagian fasih berbahasa Inggris itu nggenjot becaknya di Manila atau Hanoi? Bolehkah seniman tradisional seperti Jathilan, debus dan lain-lainya menunjukkan atraksi kebudayaannya di jalanan singapura, kuala lumpur, bangkok?
Dan masih serangkaian gerbong pertanyaan terkait ‘bolehkah’. - Bagaimana menyelenggarakan ‘komunikasi langsung’ tersebut? Tentu ada sederet regulasi yang harus terpenuhi oleh warga negara anggotanya dalam menyelenggarakan ‘pertemuan ekonomi’, ‘pertemuan budaya’, dan pertemuan-pertemuan lainnya.
- Apa dampak sosial-kultural-ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh warga komunitas?
Sebagai orang awam, baiknya saya mengajak rembugan beberapa kawan untuk dapat membantu saya memberikan urun rembugnya terkait komunitas ASEAN 2015 dari perspektif mana pun, sisi positif maupun negatifnya. Kawan-kawan blogger yang saya senggol ini saya harapkan membantu.
- Arief Eko Wahyudi, blogger senior dari Sidoarjo
- Budiono HSM, blogger kondang dari Surabaya berdarah Ponorogo
- Nailur Rif’at, blogger kawakan dari Malang
- Moh. Syafiruddin, blogger Pamekasan dari tanah Madura sementara tinggal di Malang
- Ahmad Rosidi, blogger kondang SEO asal Pasuruan
Untuk kawan-kawan blogger di atas, saya berharap pula untuk mengajak diskusi dan dialog 5 orang kawan blogger lainnya untuk menumpahkan ide, gagasan, pertanyaan, kritikan di blognya masing-masing terkait tema “Komunitas ASEAN 2015″, tidak harus serius, bahkan bercanda dengan nada satir diijinkan jika memang itu mengganjal pikiran.
Ini salah satu bentuk kontribusi positif blogger bagi kawasan regional Asia Tenggara. Salute to Indonesia Blogger.
Bangga menjadi bagian #Indonesiabahagia. Sembari menunggu prakarsa blogger-blogger daerah lainnya.
Category: Blogging









kalo saya membayangkan nantinya akan banyak yang jatuh cinta dengan gadis/perjaka dari negara tetangga se-ASEAN.
[sing serius dipikir mburi ya hehe]
Ra sah serius-serius mas, opo sing onok nang sirah wae. sing serius ben dipikir ambek yang berwenang hehehehe… kita mung urun rembug ae
itu kok pake test area sih pak? @,@ mataku munyer’e… ini posting ajakan? semacam reward berjalan dan memutar backlink gituh?
nanti kira-kira saya ada yang ngajakin posting ginian ndak ya?
yup ini posting ajakan, namanya aja ‘menggulirkan isu’, cara bloggernya dengan memutar backlink xixixixixi. nek njenengan pengen ikutan, senggol mas dion untuk menjadi referensi njenengan.
btw, yg di atas itu mohon maaf bila mengganggu, ini masih dlm proyek pengerjaan untuk theme baru. hiks … maaf ya
Sebagai orang yang sangat awam dalam benak saya yang terbayang dari komunis asean blogger adalah mungkin tidak jauh berbeda komunitas blogger indonesia. hanya saja komunitas ini tergabung dari zona yang lebih luas. Kemudian kalau ditanya Dalam hal apa saja ‘komunikasi langsung’ (interaksi) tersebut dapat terselenggara dan diijinkan?. Seperti halnya Asean, Mungkin kita yang sebagai wong cilik ini merupakan bagian dari asosiasi tersebut, Yang tidak mungkin melakukan komunikasi langsung dengan beberapa negara tersebut. Oleh kerenanya Indonesia mendelegasikan beberapa orang yang dipercaya mampu untuk melakukan komunikasi langsung tersebut. Saya fikir untuk komunitas blogger asean pun sama. Tidak semua blogger bisa berkomunikasi secara langsung dengan anggota komunitas. Oleh karenanya menurut saya kita harus punya perwakilan yang kita anggap mampu.
Bagaimana menyelenggarakan ‘komunikasi langsung’ tersebut?
Mungkin saja kita bisa membuat semacam pertemuan konfrensei dls.
Itu saja dulu… maaf kalau salah dan tidak terjwab semua. trims !!!