Blogger vis a vis Twitter, Blog versus Microblog?
Twitter dengan kemudahan 140 karakternya jelas memiliki kehebatan tersendiri mengatasi kemalasan bertutur panjang a la blog.
Twitter, bertutur cepat dan singkat dan berulang kali seperti ibu cerewet yang sedang mengomeli anaknya. Ups, maaf, tepatnya berkicau a la burung. Itulah kenapa ia disebut sebagai mikroblog.
Hebatnya lagi twitter -hmmm satu sisi dari perspektif lain itu kelemahan juga sih- ia dalam satu platform tunggal, sentralistik dengan konektifitas member yang terstrukstur.
Di sisi lain ada blog, makhluk online super seksi ini sangat menarik, setidaknya bagi saya, media online yang sangat fleksibel dibentuk mau jadi apapun tergantung pemiliknya.
Media yang merdeka dengan dirinya, mencitrakan si empunya. Personalize and custom. Ia bisa dibentuk jadi mikroblog, portal, forum, galeri, toko online dan lain sebagainya.
Bedanya, blog itu mandiri tak terikat oleh sistem yang sentral seperti media jejaring sosial. Ia bisa seperti jejaring sosial juga sebetulnya, lagi-lagi tergantung pemiliknya.
Blog membutuhkan sentuhan personal untuk bisa populer bersaing seperti situs-situs besar dengan traffick besar. Satu-satunya kawan yang peduli dirinya hanyalah mesin pencari ketika si empunya tak lagi peduli.
Pertanyaannya, benarkah blog akan kehilangan masa dan massanya ketika microblog menjadi alternatif promosi bagi korporasi?
Bagi saya, lagi-lagi sebuah paranoid jika ada anggapan tenggelamnya blog dari netizen. Kemudahan 140 karakter sebenernya tak cocok bahkan tak sepadan dibandingkan dengan blog.
Blogger, maaf, jika boleh ada kasta, menempati struktur tertinggi di antara Netizen. Blogger adalah ujung tombak netizen selaku penyedia konten paling update di internet. Mengalahkan media massa online yang besar sekalipun.
Bayangkan, seluruh blogger sedunia, setiap detiknya selalu ada yang memperbarui informasi di blognya. Dalam waktu yg boleh jadi bersamaan dengan beragam tema dan kontennya. Dengan struktur informasi yang jelas terurai meski juga tak terlalu panjang yang tentunya lebih mendalam dibandingkan 140 karakter.
Meski begitu, twitter merupakan temuan brillian mengatasi kebuntuan ide, kebuntuan kreatifitas, kemalasan menulis.
Twitter bisa mengalahkan blogger jika memang persoalannya terkait eksistensi, mereka yg hanya ingin eksis. Tidak untuk segmen lain. Terlebih monetizer, blogpreneur yang memang tak mungkin tergantikan oleh twitter.
So, sangat berlebihan mengatakan blogger terancam oleh twitter. Kalau kalah populer, itu iya, tapi kalau terancam collapse sepertinya berlebihan.
Oh iya, buzzer twitter bagi korporasi memang menjadi salah satu varian media kampanye produk mereka. Tapi, sekali lagi, blogger adalah penyedia konten internet, mereka lebih ramah pada search engine.
Korporasi hanya bisa bisa mengandalkan beberapa buzzer dengan ratusan atau ribuan follower. Tapi, dengan beberapa blogger, korporasi diuntungkan dengan puluhan ribu visitor.
Akhirnya, semua memiliki segmennya sendiri. Eksistensi blog dan microblog tidak lagi substitusi, tapi komplementer saling mengisi. Mungkin ini lebih bijak.
Gempur Abdul Ghofur
Tema yang dicari pengunjung:
- pengertian netizen
- arti microblog
- kekurangan blog dan mikroblog
- pengertian microblog
- perbedaan blog dan microblogger
- perbedaan blog facebook dan twitter
- perbedaan twitter dengan blogging
13 Responses to Blogger vis a vis Twitter, Blog versus Microblog?
Leave a Reply Cancel reply
Archives
Categories
Artikel Baru
- The Avengers 2012: Heroisme dan Sinisme
- Suryaden: Indonesian Idol 2012 Panggung Spektakuler
- Journey to Maros-Makassar: Menemukan Indonesia di Sebuah Kedai Kopi Tepi Kali Maros
- Journey to Maros-Makassar: Pernikahan Adat Bugis Makassar
- Journey to Maros-Makassar: Dari Bandara, Mappacing, Hingga Losari
- Sajak Pongah dan Narasi Penguasa
- Anarkisme Mahasiswa, Anarkisme Penguasa, dan Pro Kontra di Social Media
- Blogger Tolak Kenaikan BBM 1 April 2012
- Gerakan Mahasiswa Menolak Kenaikan BBM April 2012
- Nokia Lumia 800, Smartphone Keren dengan Windows Phone 7.5 Mango
Video banner
Paguyuban Blogger Nusantara
Komentar Masuk
- aghofur on Journey to Maros-Makassar: Menemukan Indonesia di Sebuah Kedai Kopi Tepi Kali Maros
- aghofur on Suryaden: Indonesian Idol 2012 Panggung Spektakuler
- yoszca on Suryaden: Indonesian Idol 2012 Panggung Spektakuler
- annosmile on Journey to Maros-Makassar: Menemukan Indonesia di Sebuah Kedai Kopi Tepi Kali Maros
- efen on Journey to Maros-Makassar: Dari Bandara, Mappacing, Hingga Losari
GM di pengicau
- @gunungkelir @addiehf iki podho #nyimak opo toh? *garuk2 gundule @suryaden* :D 4 minutes ago
- @Nopy_pr lah piye? #setan ne ngiyup nang nisore AC mosok sik #kepanasan? :D 5 minutes ago
- Mohon maap, saya gak pake kartu itu, sy pake kartu lainnya :D "@Faradizu1011: mentang2 uda tau kartu As ku, pada ngejek2 dah @friskaadecha" 40 minutes ago
- Pengen ngukur bumi pake meteran? "@tiyarasoemarno: When I leave geography class #schoolmemories" 44 minutes ago
- *tutupmata* busyet. "@raterong: bohong bos, si @RozyZahar sering pamer panunya ke saya. mbentuk pulau kalimantan gitu~" 51 minutes ago



Bagiku blog is everything… Hmm, pingin dpt 4 digit. hehehe..
tanya: brarti “blog bukan trend sesaat” itu benar adanya?
@Gajah Pesing: pastinya begitu, nyatanya blogger gak tambah surut malah tambah banyak. Tul gak?
inilah saatnya para bloger bersatu padu melepaskan diri dari tirani Twiter dan Facebook…..(+tirani Google)……… ngeblog terlihat lebih memiliki arti (konsep+pemikiran) bersatu dalam sebuah tulisan….
opsss…
Sejatinya manusia adalah penulis, meskinpun hanya update status
tapi kan kadar kualitas dan kuantitas berbeda. Blogger tetep lebih MBOIS.
Pokoke blogger is the best
hehehe
@odoy aka bahrudin: tirani? Mantaaaaabbbb!!! Yup kita semua harus lepas merdeka.
@bank je: insya Allah blogger paling mbois!
eh betul pak gempur, blog dan microblog itu komplementer. kadang aku memanfaatkan twitter untuk ngasih tau url posting baru di blogku hehehe
saya setuju dengan pak ghofur, khusunya tulisan ini:
Blogger, maaf, jika boleh ada kasta, menempati struktur tertinggi di antara Netizen. Blogger adalah ujung tombak netizen selaku penyedia konten paling update di internet. Mengalahkan media massa online yang besar sekalipun.
dengan adanya blogger, maka pikiran anak muda sekarang makin inspiratif dan kreatif juga,
membuka pikiran kita dari keterlatarbelakangan., mampu mengikuti perkembangan zaman.
@efahmi: bener mas fahmi, sy jg set otomatis pos terbaru sy di tweet otomatis kok hehehe
@qiswa: bener itu, anak muda harus kreatif inovatif dan tak ber-alay lebay di socmed. Mari blogging.
sip, buktinya kalau blogku lagi down, stressnya minta ampun! kalau twitter atau facebook down, yaaa mane guwe pikirin, haha
[...] Sebagaimana judul posting ini, aku akan lebih membahas tentang Blog Versus Twitter. Mengapa? Beberapa wacana yang berkembang, mengesankan ada pertentangan antara keduanya, silahkan baca di Blogging yang Mengering atau Blogger vis a vis Twitter, Blog versus Microblog?. [...]
“Blogger adalah ujung tombak netizen selaku penyedia konten paling update di internet. ” Ini sepenggal kalimat untuk pemantapan arti sebuah blogger njeh pak? setuju..