Camp Blogger Nusantara: Barak Besar Kopdar Blogger Nusantara
Bukan tanpa alasan menyulap gedung olahraga di tengah Kota Sidoarjo menjadi tempat tidur besar kegiatan Kopdar Blogger Nusantara. Gedung Indoor Tenis ini dijadikan tempat menginap massal peserta kopdar.
Hanya beralaskan kasur palembang dan sebuah bantal untuk 1 orang, blogger luar daerah Surabaya dan Sidoarjo ini diinapkan. Sejumlah 400 kasur dan bantal ini didatangkan untuk mendukung suasana camp pengungsian.
Kesederhanaan dan kesahajaan adalah kata kuncinya. Semula hotel atau asrama adalah pilihan pertamanya, akan tetapi alasan teknis menyebabkan dukungan acara malam harinya akan tak terselenggara dengan baik.
Acara malam.dirancang untuk bincang komunitas yang bagi saya pribadi adalah ruh kopdar acara ini. Di satu area besar inilah seluruh blogger dari berbagai daerah di nusantara berkumpul dan berbincang dengan keadaan yang terlepas dari segala formalitas.
Menarik untuk dilihat bahwa blogger dengan status sosial yang begitu beragam bisa berkumpul dalam satu keadaan yang sama. Serba kekurangan dalam apapun. Bertegur sapa dan berinteraksi tanpa sekat sosial.
Mohon maaf kawan-kawan blogger nusantara, bukan tak ingin memuliakan kalian semua, tapi interaksi tanpa batas dinding kultural membuat kita benar-benar layaknya saudara.
Maafkan tegur sapa saya yang tak mengena pada hati, tiada maksud menyakiti, tapi benar-benar ingin berbagi.
Tema yang dicari pengunjung:
- cak wigi
- cak wigi bloger nusantara sidoarjo
- cak wigi sidoarjo
- kasur palembang
- kebaikan dan kelemahan kasur palembang
- penginapan dengan konsep barak asrama
19 Responses to Camp Blogger Nusantara: Barak Besar Kopdar Blogger Nusantara
Leave a Reply Cancel reply
Archives
Categories
Artikel Baru
- The Avengers 2012: Heroisme dan Sinisme
- Suryaden: Indonesian Idol 2012 Panggung Spektakuler
- Journey to Maros-Makassar: Menemukan Indonesia di Sebuah Kedai Kopi Tepi Kali Maros
- Journey to Maros-Makassar: Pernikahan Adat Bugis Makassar
- Journey to Maros-Makassar: Dari Bandara, Mappacing, Hingga Losari
- Sajak Pongah dan Narasi Penguasa
- Anarkisme Mahasiswa, Anarkisme Penguasa, dan Pro Kontra di Social Media
- Blogger Tolak Kenaikan BBM 1 April 2012
- Gerakan Mahasiswa Menolak Kenaikan BBM April 2012
- Nokia Lumia 800, Smartphone Keren dengan Windows Phone 7.5 Mango
Video banner
Paguyuban Blogger Nusantara
Komentar Masuk
- aghofur on Journey to Maros-Makassar: Menemukan Indonesia di Sebuah Kedai Kopi Tepi Kali Maros
- aghofur on Suryaden: Indonesian Idol 2012 Panggung Spektakuler
- yoszca on Suryaden: Indonesian Idol 2012 Panggung Spektakuler
- annosmile on Journey to Maros-Makassar: Menemukan Indonesia di Sebuah Kedai Kopi Tepi Kali Maros
- efen on Journey to Maros-Makassar: Dari Bandara, Mappacing, Hingga Losari
GM di pengicau
- @ArdeliaGadis hai gadis, ups.. Piye del kabare? *macak sopan ktm murid* 16 minutes ago
- Saatnya mencari pesugihan. :) #toeng *mudah2an lancar jaya* 20 minutes ago
- @apritos merapal mantra utk ngepet itu baik, asalkan kpd siapanya kudu tepat. :) 22 minutes ago
- @tiyarasoemarno oh gurunya suruh mraktekin dulu, baru muridnya :D 25 minutes ago
- @Nopy_pr yo nek ngono adus banyu seger nang nisore AC. Insya Allah adem tentrem pujiraharjo :D =)) 26 minutes ago




asik-asik aja cuman wifi-nya nih belum tersedia :p
Gak bisa ikut datang,lihat berita-beritanya aja deh pak,semoga sukses acaranya pak
ooh ternyata nginep disana, saya kira ada asramanya seperti di juklak..
sukses buat teman-teman blogger nusantara..
ada cara sendiri untuk memanjakan blogger, walaupun itu sederhana blogger bisa merasakan yang namanya silaturrahmi yang sebenarnya
sukses buat teman-teman di Surabaya
Ah.. tapi kaya gini ternyata lebih asyiik.. cuma airnya aja yg sering ngadat…
campnya kayak tempat pengungsian, dengan begitu kita bisa merasakan seperti apa rasanya mengungsi seperti yang dirasakan oleh saudara-saudara kita di daerah bencana , tidak hanya terbatas pada melihat gamabr atau video di media seperti televisi dll.
saya sngat menikmati camp ini..meski panas dan.. gda wifi..
maturnuwun pak gempur dn semua kawan2 panitia.. sampai jumpa tahun depan
justru hal ini yang membuat saya terkesan karena semua tanpa sekat dan menyatu dalam camp yang tidak akan terlupakan
mantap banget
Menata hati mencari makna
Seikat bunga telah tertata
Maafkan aku yang mungkin terlalu ceria
Mendapati sosokku yang ingin berjumpa
Akan sosok dirimu yang bersahaja
Hingga kini hatiku telah terbagi rata
Oleh kekaguman dan kegilaan yang meraja
Aku bangga menjadi sosok yang diterima sebagai keluarga
Sebab aku sendiri sejak ayah ke alam baka
Jujur, awalnya saya kira kami akan menginap di hotel, loh.. pak.
Tapi ternyata, tidur rame -arame dalam satu ruangan besar tanpa penyekat, justru lebih asik. Antar blogger juga bisa berinteraksi dgn baik.
wah acaranya pasti seru ya pak dan bermanfaat ya pak
..
volunteer Ndewworrr…..sudah menata sedemikian rupa..mohon maaf jika kayak tempat pengungsian…:D
Terima kasih pak gempur dan kawan-kawan
Waaahh..bener bener suasana kemaren kayak pengungsian…bener bener jadi satu kesatuan tanpa ada sekat apapun *kecuali sekat tempat tidur cewek* *eh*
Aku kembali merasakannya…
Membuatku kembali menghayatinya….
Satu tahun lalu, aku juga melakukan hal sama
Bersama saudara-saudaraku yang terkena bencana Merapi…
Saat menuliskan ini, aku terharu karena kenangan itu…
Dan ketika pertamakali datang melihat camp Sidoarjo itu, hal spontan pagihari yang kulakukan adalah keliling camp. Hal ini senada dengan yang kulakukan sebagai bentuk “assessment” ketika menghadapi pengungsi pun bencana…
Makasih Mas Gempur untuk konsep ‘kebersamaan’ yang sudah ada…
(Aku ki mrebesmili, tapi kok nek ngomong ‘jujur’ kayane gak pantes ya Cak..?)
#saloom…
maztrie, terima kasih atas apresiasi yang tulus terkait acara ini. Mudah-mudahan kita semua tetap terberkahi dalam keadaan apapun. Amin
[...] Beberapa blogger yang saya antar pulang kebeberapa tempat seperti terminal, bandara dan stasiun memberikan kesannya ketika perjalanan pulang. Beberapa di antaranya tidak menyangka bahwa akan tidur 4 hari 3 malam di sebuah lapangan tenis indor. Sehingga harus menyari penginapan yang layak di sekitar tempat acara. Beberapa lagi menyatakan sudah siap menerima tempat penginapan yang lebih ekstream. Entah, seekstream apa yang mereka bayangkan. Tentunya saya berterimakasih secara personal kepada teman-teman yang menginap dan mau mencoba mengerti maksut yang ingin panitia sampaikan mengenai bagaimana merasakan menjadi pengungsi selama 3 hari. Semua dirangcang agar interaksi tanpa batas dinding kultural membuat kita benar-benar layaknya saudara. [...]
bagi saya itu lebih dari cukup Mas Gempur. terimakasih banyak atas segala fasilitas selama Kopdar BloggerNusantara