Mengenang Adaby Darban, Sejarawan UGM yang Rendah Hati
Ahmad Adaby Darban, Sejarawan Islam UGM, meninggal dunia saat hendak menunaikan sholat Idul Adha.
Kabar mengejutkan dan menyentak memoriku tentangnya yang belasan tahun terpendam.
Rendah hati, santun, sabar, dan ramah adalah ciri khas beliau.
Seperti baru kemarin kau bercerita padaku proses pertemuanmu dengan Gus Dur (sebelum menjabat presiden) dan bentuk takzimmu padanya (secara keilmuan akademik) meski engkau pengurus pusat Muhammadiyyah.
Aku masih teringat, sebingkai fotomu berjabat tangan dengannya kau pajang di ruang dekanat. Aku pahami sebagai kedewasaan dan kearifanmu mengajarkan keikhlasan menerima perbedaan.
Masih teringat jelas, pernah aku disibukkan kegiatan menggalang sumbangan untuk menebus biaya perawatan seorang kawan yg anak petani tadah hujan dan kakaknya tukang becak. Mereka tak mampu menebus biaya pengobatan dan perawatan di RS Panti Rapih yg tembus ke angka 11 juta.
Saat kukonsultasikan kesulitanku padamu, engkau spontan mengeluarkan uang yg sungguh tak sedikit untuk membantu kawan yg sakit itu. 3 juta rupiah.
Terlebih atas saranmu pula rektorat ikut turut serta membantu meringankan biaya pengobatan kawan tersebut.
Pak, aku saksikan bahwa engkau memang orang yang baik.
Di mataku, kau kawan ngobrol yang hangat, tak jarang kau undang aku masuk ke ruanganmu sekadar membahas keseharian yang sepele. Padahal, sebagai ketua partai daerah tk. I aku yakin kesibukanmu sangat padat.
Tapi, kau jauh dari figur arogan, provokatif, manipulatif, ciri khas politikus.
Sebagai sejarawan UGM yang juga pembesar Muhammadiyyah, bagi mahasiswa yang pernah mengenal dirimu pasti akan berkata sama denganku, bahwa kau Guru dalam tutur, sikap, dan perilaku.
Tak segan kau makan satu meja dengan kami di kantin mahasiswa yang melegenda itu disertai canda tawa renyah tanpa sekat bahwa kau dosen kami dan kami adalah mahasiswamu.
Selamat jalan pak Adaby Darban. Semoga Allah memberi tempat terbaik bagimu.
Engkau tetap guruku dalam intelektual dan spiritual.
Tema yang dicari pengunjung:
- adaby darban
- mahasiswi ugm meninggal di pantirapih
- adaby darban ugm
- artikel moral mahasiswa dalam proses berbangsa bagus
- pigur sejarahwan
4 Responses to Mengenang Adaby Darban, Sejarawan UGM yang Rendah Hati
Leave a Reply Cancel reply
Archives
Categories
Artikel Baru
- The Avengers 2012: Heroisme dan Sinisme
- Suryaden: Indonesian Idol 2012 Panggung Spektakuler
- Journey to Maros-Makassar: Menemukan Indonesia di Sebuah Kedai Kopi Tepi Kali Maros
- Journey to Maros-Makassar: Pernikahan Adat Bugis Makassar
- Journey to Maros-Makassar: Dari Bandara, Mappacing, Hingga Losari
- Sajak Pongah dan Narasi Penguasa
- Anarkisme Mahasiswa, Anarkisme Penguasa, dan Pro Kontra di Social Media
- Blogger Tolak Kenaikan BBM 1 April 2012
- Gerakan Mahasiswa Menolak Kenaikan BBM April 2012
- Nokia Lumia 800, Smartphone Keren dengan Windows Phone 7.5 Mango
Video banner
Paguyuban Blogger Nusantara
Komentar Masuk
- aghofur on Journey to Maros-Makassar: Menemukan Indonesia di Sebuah Kedai Kopi Tepi Kali Maros
- aghofur on Suryaden: Indonesian Idol 2012 Panggung Spektakuler
- yoszca on Suryaden: Indonesian Idol 2012 Panggung Spektakuler
- annosmile on Journey to Maros-Makassar: Menemukan Indonesia di Sebuah Kedai Kopi Tepi Kali Maros
- efen on Journey to Maros-Makassar: Dari Bandara, Mappacing, Hingga Losari
GM di pengicau
- Kentek'an dupo. "@ArdeliaGadis: waduh, gawat dong pak :o emang apa yg salah sama malem jum'at?" 0 minutes ago
- @AUDYaulidya @NellaKhanela @Lalilulely @emma_yuwana @IrineAryani @AqmalNWebster woughhh ini kabar terbaru ya? (Y) 1 minute ago
- Soyoh mbengi soyoh mudal kabeh murid2ku nang TL. Arep kumat ngedan dadi mikir iki. *macak polos sik* 2 minutes ago
- @indungg kalo begitu segeralah bertobat dan kembali ke jalan "blogger" yg benar #mdrcct cc: @suryaden :D 4 minutes ago
- @ArdeliaGadis sebaiknya jg jarak, saya lg kumat, maklum mlm jumat :D 7 minutes ago



Inna lillaahi wa inna ilaihi raaji’uun. Selamat jalan Pak Adaby Darban.
Ya… sosok yang soleh…
saya bersaksi, beliau benar-benar salih….
inna lillahi wa inna ilaihi roji’un..