ENTREPRENEURSHIP, Perlawanan Mahasiswa Universitas Brawijaya

| October 14, 2013 | 0 Comments

Tulisan lama yang tertuang melalui facebook berjudul ENTREPRENEURSHIP, Perlawanan Mahasiswa Universitas Brawijaya ini ungkapan emosi terkait “Tak Mampu Bayar SPP, Puluhan Mahasiswa Siap Jual Ginjal” yang dimuat kompas.com.

Ini jelas kasus yang menarik perhatian publik meski mengenaskan. Dilihat dari strategi perlawanan mahasiswa terhadap kebijakan rektor UB yang sangat tidak populer itu, jelas ini sudah akumulasi dari proses dialog berkepanjangan yang berujung JALAN BUNTU.

Saya sedikit mengikuti dinamika kampus ini yang menurut #kultwit dari BEM UB, beberapa jurusan lebih mahal dari UI biayanya.

Aksi jual ginjal bukan sebagai pilihan strategi demontrasi dengan resiko akan terjalani bukanlah tidak dikalkulasi. Tapi, lebih sebagai rasa frustasi karena rektorat UB sudah seperti penjara BAJA yang susah diajak bicara. Aksi demonstrasi jalanan tak lagi populer, mogok makan, mogok bicara juga sudah tak jaman lagi. JUAL GINJAL adalah bentuk baru perlawanan mahasiswa.

Tak ada pilihan terbaik selain JUALAN. Menjadi entrepreneur itu butuh waktu, berapa orang yang bisa sukses dalam hitungan bulan menghasilkan angka puluhan juta untuk membayar uang kuliah. Menjual ‘diri’ bukanlah langkah bermoral untuk pendidikan. Satu-satunya yang mereka miliki adalah organ tubuh yang bernilai jutaan hingga puluhan juta. Menjual organ tubuh selain bernilai komersial tinggi, akan tetapi berpotensi hujatan juga simpati yang besar, menarik perhatian besar khalayak negeri atas ‘budeg’-nya pemangku kepentingan di UB.

KITA BICARA ANGKA PULUHAN DAN RATUSAN MAHASISWA yang tak semuanya siap berwirausaha, kalaupun siap, butuh berapa lama menuai angka jutaan dalam hitungan waktu yang singkat.

SOLUSI REKTORAT dalam bentuk himbauan pinjam bank. Pilihan pinjam dana bank dengan bunga mencapai 15% bukanlah pilihan sehat. Itu bunuh diri perlahan bagi anak buruh, anak pedagang kelontong, anak kelas menengah ke bawah yang kebanyakan propertinya dihasilkan dari pinjaman bank.

Aksi jual ginjal jelas menohok alam sadar kita, betapa nekatnya mahasiswa UB. Tapi saya pribadi berpendapat, kenekatan mereka bukan tidak diperhitungkan. Bukan lahir dari proses instan mengambil jalan pintas. Kompleksitas permasalahan sudah sedemikian sulit diurai. Tak ada jalan lain kecuali melawan dengan cara tak normal. Mahasiswa UB bukanlah mahasiswa bodoh, mereka adalah mahasiswa pilihan.

Aksi mereka adalah aksi perlawanan terhadap KAPITALISASI dunia pendidikan yang sudah menjelma MONSTER. Tak berhati nurani. Mengebiri hak-hak anak negeri untuk kuliah di kampus milik negara. Anak pegawai jujur yang tak berani korupsi, anak guru ngaji yang penghasilannya dari derma sedekah ala kadarnya, anak kaum urban yang mengais ‘remah-remah’ perkotaan, anak petani yang sawahnya mulai habis terjual untuk biaya masuk kuliah, anak peternak yang menjual sapinya demi kuliah yang diharapkan menjanjikan masa depan cerah.

Jawaban KAPITALIS: “silakan cari kampus lain jika tak sanggup membayar”. Dan itu bukan jawaban NEGARA pada anak bangsa yang sudah berjuang lolos seleksi demi jurusan yang diidamkan.

Selamat berjuang, kawan.

Berikut ini screenshoot berita kompas berjudul: Tak Mampu Bayar SPP, Puluhan Mahasiswa Siap Jual Ginjal.

Tak Mampu Bayar SPP, Puluhan Mahasiswa Siap Jual Ginjal - Kompas.com 2013-10-14 21-18-14

Tags: , , ,

Category: Pendidikan

About the Author ()

Gempur Media - Blogger Surabaya - Blogger Nusantara Blogger yang lahir dan tumbuh besar bersama para Pencinta TI SMAN 11 Surabaya dan memiliki kisah panjang bersamanya.

Leave a Reply