All About My Son

Raport Zakka

Raport Zakka

Ini semua tentang anak saya yang tengah bulan kemarin mendapatkan rapot pertama sepanjang hidupnya. Saya pribadi tak ingin berlebihan tapi ini sekadar upaya menjadikannya kenangan manis kelak kemudian hari bagi saya terutama bagi anak saya.

Sebenarnya tak mengejutkan hasilnya, tapi tetap menjadi pikiran tersendiri mengingat evaluasi dari bundanya (sebutan untuk guru PAUD) ternyata sama dengan pengamatan saya. Anak saya cenderung kurang bisa mengendalikan emosi, tentunya dibandingkan dengan teman-teman sebayanya.

Perilakunya yang seenaknya sendiri bisa saya rekam dari penuturan ibunya. Saya sendiri mungkin bakalan malu kalau ikut menunggui anak saya sekolah. Lah wong diminta maju ke depan tidak pernah mau, sukanya main sendiri kalau sudah pegang mainan dan tak mau berbagi. Belum lagi kalau keinginannnya tidak dituruti, pasti marah-marah dan sasarannya pasti ibunya.

rapot-zakka-01

Identitas Zakka

Identitas Anak dan Orang Tua

Identitas Orang Tua

Kejadian yang paling lucu menurut saya ketika dia minta makan pangsit mie yang dekat dengan sekolahnya dan ibunya terpaksa menuruti. Berdua meninggalkan kelas, berdua juga kembali ke kelas sambil membawa pangsit mie. Parahnya, anak saya minta dimakan saat itu juga di tengah kelas yang tengah berlangsung pelajaran. Kontan saya tertawa terbahak-bahak mendengar penuturan istri saya mengingat teman-temannya akhirnya pada minta dan ikutan beli. Kelas jadi bubar. Hahahahahahahahaha.

Rapot Hal. 3

Rapot Hal. 3

Rapot Hal. 4

Rapot Hal. 4

Rapot Hal. 5

Rapot Hal. 5

Rapot Hal. 6

Rapot Hal. 6

Pernah saya pergoki, anak saya minta pulang sementara ibunya tidak menggubrisnya. Akhirnya, bundanya yang kejar-kejaran dengan anak saya. Masya Allah……….!!!!!!! Zakka memang luar biasa….. ndablegnya…!!!!

Mudah-mudahan kelak di kemudian hari Zakka bisa tumbuh menjadi anak yang baik dan sholih. Mudah-mudahan, ndablegnya dia habiskan pada masa kanak-kanak dan tidak dibawanya ketika dewasa nanti. Mudah-mudahan ndablegnya hanya untuk melakukan resistensi dan perlawanan dari kejahatan dan keburukan yang sedang menimpanya, tidak untuk sebaliknya. Amin Allahumma Amin.

Untuk para bundanya di PAUD, saya mohon maaf atas kelakuan anak saya. Mudah-mudahan, panjenengan semua diberi kesabaran yang luar biasa dan mendapat pahala dari Allah SWT. Amin Allahumma Amin.

Terakhir, saran apa dari Anda untuk saya yang kiranya baik untuk anak saya ke depannya?

Related Post:

31 Comments

(Required)
(Required, will not be published)
CommentLuv Enabled