Arsip Gempur Media

Memungut Remah-remah Remeh Kehidupan untuk Membangun Kembali Makhluk yang bernama Manusia dan Kemanusiaan.

cahaya

Resah [3]: Sholawat

Sebenarnya, ini tulisan untuk catatan akhir tahun saya yang morat-marit dan pontang-panting ke sana kemari dengan keresahan demi keresahan datang silih berganti. Tak bisa saya bawa serta ke dalam berbagai forum meski sekadar blogging apalagi berrbagi dalam kopi darat. Alhasil, selama beberapa bulan ini saya lebih suka mengurung diri dalam awang-awang pikiran saya sendiri. Bergumul [...]

, , , , , , , , , , , ,

Resah [2]

Kukatakan padanya tentang eksistensi “Bahwa engkau hanya cahaya lilin yang lebur dalam cahaya matahari di atas ubun-ubun” maka seraplah sifat-sifat-Nya agar engkau bisa mendekati cahaya di atas cahaya kalau tidak, maka engkau tak lebih dari seonggok sampah di atas serakan sampah peradaban langit dan aku [yang mengaku-ngaku] termenung dalam renung

, , ,

Resah [1]

menjadilah gila saat kegilaan tak terterima… menjadilah sadar saat semua sedang dilanda ekstase… menjadilah tidur saat semua terjaga….. menjadilah apa saja yang serba terbalik dari ke-umum-an agar terjadi keseimbangan, koreksi, perbaikan atau apa pun untuk melanggengkan kebaikan dan kebenaran Jangan tanya kenapa tulisan ini bisa keluar dari kepala saya?

, , , , ,