Posts belonging to Category 'Dark Poem'

Rangkaian Testimoni untuk Gus Dur

Untuk mengenangmu, Gus, bahwa aku begitu merasakan kehilanganmu.

Gempur Abdul Ghofur Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Mantan Presiden RI yang paling saya kagumi, Abdurrahman Wahid meninggal dunia pada Rabu 30 Desember 2009 Pukul 18.40 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Mudah-mudahan Allah SWT memberi tempat terbaik baginya. December 30, 2009 at 7:46pm

Gempur Abdul Ghofur Masih kukenang salah seorang dosen senior UGM yg secara politik dan pemikiran berseberangan denganmu, tapi beliau memasang fotomu dengannya berjabat tangan di ruang kerjanya dengan begitu bangga. dan dia menceritakan kekagumannya atas kualitas pemikiranmu. Sungguh, aku mengagumimu karena besarnya takzim dosenku padamu atas kualitas keilmuanmu. December 30, 2009 at 8:01pm

(more…)

In Memoriam My Beloved and Great Performer

Great Performer and Singer

Great Performer and Singer

The time has gone
Both of You are the same man with different kind of wind flow
I know that We can not hide from the death But Your poems and words are still dancing in my mind
still flow out from our lips in the silent night
Your words tell me there is hope in future

For You Rendra,
For long time since I was Young, Your words in “Kesaksian” and “Orang-orang Kalah” and performed by “Kantata” was so inspiring
Encourage me to fight
Your rhyme in “Sajak Orang Kepanasan” really gave me a strength to survive
And still many Your words lie around in the air and I will breathe in anytime I need enlightenment

For You Mbah Surip,
I really do not know much about You, but Your short story in the air like srift star made me amazed at your simplicity and consistency

Good bye my great performer, Your Words still in my mind and my heart

[Resah 4]: Ideologi, Agama dan Tuhan di bawah ketiak Senjata

senjataKrisis ekonomi global yang melanda hampir seluruh negara di belahan dunia manapun menjadi topik yang paling hangat dan menjadi pembicaraan media massa beberapa bulan terakhir Tahun 2008. Kebangkrutan bank investasi terkenal Lehman Brothers yang dikhawatirkan memunculkan efek domino benar-benar menimbulkan krisis luar biasa terutama bagi negara berkembang. PHK sebagai sebuah solusi penyelematan perusahaan menjadi kekhawatiran tersendiri di Indonesia di penghujung 2008.

Amerika kini dilanda krisis luar biasa, defisit anggarannya yang menembus rekor baru ini membuat pusing Bush yang tinggal menghitung hari terakhirnya. Diakui atau tidak, super power dunia ini butuh ‘juru selamat’ dari kebangkrutan ekonomi yang menghadangnya.

Amerika butuh dana segar untuk memulihkan kembali perekonomiannya. Analisis dangkal ‘becakan’ pinggir jalan dengan mudah bisa menangkap pesan besar dari konflik Timur Tengah yang sekarang marak di Media Massa. Invasi israel di penghujung tahun 2008 ke Palestina bukanlah perang ideologi atau agama dengan membawa nama Tuhan. serangan membabi buta Israel ke penduduk sipil Palestina yang lebih tepat dikatakan sebagai Genocide adalah ‘bonus purna jabatan’ Bush dari bisnis penjualan senjata Amerika.

(more…)

Untuk Sang Kenangan [5]

Semilir angin malam di lembah dingin semakin membekukanku dalam diam tak berkesudahan. Mengukir pesonamu di langit-langit khayalku yang mengkristal mengukuhkanmu di atas singgasana kenangan.

Aku merengkuhmu dalam hujan badai tak berkesudahan. Mengusap air matamu yang tumpah dari langit. Sampai kapan episode ini berakhir?!

Kehangatanku tak mungkin bertahan lama dalam hujan badai, suatu saat lebur dalam gigil yang menjadikan kita beku selamanya.

Jika harus demikian, maka mari dengan segenap keberanian tersisa, kita songsong kematian… Atau mari kita terjang badai dengan sisa kehangatan yang ada…

 -o0O(   )O0o-

Kini, semua sudah berlalu, akhirnya  memang harus diakhiri dengan menyongsong kebekuan dan kematian. Kisah kita telah beku dan mati sejak enam musim lalu. Berakhir dengan dramatis dan sangat indah di tengah pesonamu yang luar biasa merangkum sukma.

Engkau meninggalkan selaksa keindahan, pesona dan keagungan…

Aku menunggumu dalam hujan…


Disclaimer: Tulisan ini kelanjutan dari Untuk sang kenangan [bag.1], [bag.2], [bag.3] dan [bag.4]