I’tikaf
Tradisi lama yang menjadi salah satu paket kegiatan ramadhan selain tarawih dan tadarrus adalah I’tikaf. Secara istilah, i’tikaf -mengutip dari berbagai sumber- menetapi sesuatu dan menahan diri agar senantiasa tetap berada padanya, baik hal itu berupa kebajikan ataupun keburukan. Sementara menurut syar’i maksudnya adalah menetapnya seorang muslim didalam masjid untuk melaksanakan ketaatan dan ibadah kepada Allah Ta’ala.
I’tikaf disunnahkan kapan saja di sembarang waktu. Maka diperbolehkan bagi setiap muslim untuk memilih waktu kapan ia memulai iktikaf dan kapan mengakhirinya. Akan tetapi yang paling utama adalah i’tikaf di bulan suci Ramadhan, khususnya sepuluh hari terakhir. Inilah waktu i’tikaf yang terbaik sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadits shahih, artinya,
“Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam selalu beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan sampai Allah mewafatkannya. Kemudian para istri beliau beri’tikaf sepeninggal beliau.” (HR .al-Bukhari dan Muslim dari A’isyah radhiyallahu ‘anha)
I’tikaf disunnahkan pada 10 malam terakhir di bulan ramadhan dan dilaksanakan di masjid-masjid terdekat yang sering digunakan untuk berjamaah. Kegiatan-kegiatan dalam i’tikaf bermuara pada taqarrub pada Allah SWT. Bisa tadarrus Alqur’an, dzikr atau melakukan sholat-sholat sunnah.
Lantas, yang selalu menyelip dalam hati saya,
- Adakah kegiatan i’tikaf selain di atas?
- Adakah relevansi i’tikaf dalam kehidupan pribadi dan sosial pelakunya maupun orang di sekitarnya?
Menarik untuk disimak, satu catatan cemerlang dari Bapak KH. Miftah Faridl tentang spirit I’tikaf menjawab pertanyaan kedua saya. Bahwa,
- jika ajaran iktikaf masih mencerminkan praktik pengasingan diri secara pasif dengan mengambil posisi di masjid secara penuh selama sekitar sepuluh hari, maka menarik untuk dikaji ulang, terutama berkaitan dengan kepentingan produktivitas sosial yang juga tidak terlepas dari tuntunan agama
- Proses taqarrub passsif [i'tikaf] semestinya dapat memberikan semangat produktivitas bagi setiap pribadi yang melakukannya. Seusai taqarrub pasif [i'tikaf], seseorang akan menemukan gairah baru untuk bertaqarrub aktif [ikhtiyar] menyelamatkan dirinya dan keluarganya.
- Islam tidak pernah menghendaki para pemeluknya lemah dan miskin. Dan pada saat yang sama, Islam juga mengajarkan untuk senantiasa taqarrub kepada Allah. Di sinilah pentingnya menjaga keseimbangan secara utuh.
[selengkapnya baca: di http://tribunjabar.co.id/]
Sedangkan untuk menjawab pertanyaan pertama saya, dalam tulisan Dr. Miftah Faridl juga disebutkan “Dapatkah seseorang yang tengah melakukan iktikaf melakukan pekerjaan lain dan bahkan dilakukan di luar masjid?”
Menurut jumhur ulama, jawabnya dapat. Ketika Shafiyyah datang menjenguk Rasulullah Saw yang tengah melakukan iktikaf, ia bangkit untuk meninggalkannya. Lalu Rasulullah pun bangkit dan mengantarkan Shafiyyah pulang.
Bahkan dalam beberapa riwayat, dijelaskan bahwa selama iktikaf seseorang dapat tetap terlibat dalam urusan rumah tangga, seperti mengatur keperluan dapur, menjenguk orang yang sakit, mengantar jenazah, dan sebagainya. Ia dapat tetap terlibat dalam aktivitas sosial. Ia tidak bisa hanya menjadi dirinya sendiri.
[Bagi saya, ini sudah tingkat tinggi]
Akhirnya, ada juga yang menggali esensi sosial pentingnya I’tikaf dari sibuknya kita yang tenggelam dalam kepasifan bercengkerama dengan-Nya dan melupakan titah-Nya untuk perbaikan sosial sekeliling kita. Meski tak dapat dipungkiri, bahwa kita yang tenggelam dalam keasyikan bercengkerama dengan-Nya itu jauh lebih baik dari pada yang tak melakukan apa pun dalam hidupnya.
Saya sendiri, meski jauh dari golongan pertama dan kedua bahkan lebih mendekati golongan ketiga yang tak melakukan apapun, tetap dalam hati berkeinginan kuat untuk selalu ber-i’tikaf dengan-Nya, kapan pun dan di mana pun.
Sesadar-sadarnya, saya yang manusia biasa penuh dosa dan telah banyak melahirkan petaka ini berharap dengan sangat agar kesadaran transendental selalu meliputi dan terefleksi pada semangat perubahan sosial ke arah yang lebih baik. Amin Allahumma Amin.
Lantas, bagaimana I’tikaf menurut Anda?
September 22, 2008 | Posted by gempur
Categories:






sy blum sempat ittikaf ramadhan ini, kesibukan di depan internet
i’tikaf ya pak!..
kalo didepan komputer berlama-lama itu termasuk apa ya!
kucluk’s last blog post..Lelah
iktikaf? gak papa kan iktikaf sambil mbawa laptop? hekekeke…
det’s last blog post..Lulus kuliah langsung jadi manajer. Mau?
banyak yg iktikaf di masjid pas siang hari pak, tidur
Anang’s last blog post..Kumpulan SMS Lebaran
banyak yg iktikaf di masjid pas siang hari, tidur
Anang’s last blog post..Anak Kecil Menyetir Motor
i’tikaf bisa jadi lebih asik kalo masjid2 nyediakan wifi hotspot, hehe
fahmi!’s last blog post..terapi salat tahajud
Hm,, belum bisa i’tikaf Pak…
bentar lagi mo mudik.. Cihui…
Hm,, belum bisa i’tikaf Pak…
bentar lagi mo mudik.. Cihui…
galihyonk’s last blog post..Pameran Lukisan Anak Cacat
dari dulu pengen i’tikaf tapi belum pernah kesampaian,,
pengenna i’tikaf ama suami,,wkwkwkwkwk
mas apa kabar?gag pernah muncul,,
risdania’s last blog post..Kerjaan orang nekad!!!
Hmm.. I’tikaf ya Om… Ini ada rencana sama temen-temen satu kampus mau i’tikaf di ampel….Hah tapi gak tau kapan… Kalau sampeyan udah setiap hari ya?????
Saya belum di izinkan keluarga, tapi kalau niat langsung berangkat ke masjid al falah, pulangnya stlh subuh, itu pun kalo besoknya libur.. Hiks..susahnya i’tikaf..
wah..klo’ ketiduran di dalam masjid tuw namanya apa yah..
he…he…
yan azmi’s last blog post..Buka Puasa Di Sekolah
makasih buat siraman rohaninya ya….
Masenchipz’s last blog post..Sifat berbelanja dan jiwa
aku lebih sibuk persiapan mudik…
isnuansa’s last blog post..Cerita Mudik Lebaran (2)
i’tikaf dijakarta banyak tempat yang syarat akan ilmu. coba di at tien, istiqlal, an-nur, al hikmah, as-syafiiah, baitussalam (pln duren3) dan masjid auri. dan masih banyak tempat lagi, yang jelas jangan sampai ibadah kita sia-sia karena tanpa ilmu hingga terjerembab dalam bid’ah.
Jangan ikuti pawai atau arak-arakan meski atribut mereka islam, mereka tidak berilmu akan hal itu dan tidak memahami pentingnya menghormati umat lain dengan i’tikaf.
huks, aLe smp hr ni blm i’tikaf
aLe’s last blog post..SeLamat TinggaL Kuncir Ku Sayang
asskum!!!
wah senang sekali pak rasanya, dua bulan bergulat otak-atik blog, 3 kali melamar google adsense, 2X ditolak dan akhirnya diterima juga!!! walaupun bukan adsense untuk konten, tetapi masih ada kesempatan untuk itu, paling tidak saya sudah menemukan cara dan titk terang.dan hari ini adalah $1 pertamaku
sekali lagi terima kasih atas bimbingannya dan mungkin juga terima kasih atas do’anya!!
wasskum
Samy’s last blog post..Mengubah Template Blogger menjadi 3 kolom
wah….yuk i’tikaf bareng….
huuhuhuu…
saia malah jarang tarawih disini pak.
ndak sempet..
>_<
Ampuni saia ya ALLAH…
tugas banyak…UKM banyak..
emang males banget saia ini..
shei’s last blog post..Spagheti dan Silaturahmi
di musola dkt kostku,bbrp hr yg lalu ada acara ini…
tapi,mata ini terlalu liar untuk berpijar….
bos…maap lahir batin yo..???
escoret’s last blog post..Sex over phone..??
Kalau bagi Rasullullah SAW dan sahabat-sahabatnya mungkin sudah menjadi hal biasa, tapi bagi saya orang yang awam, melakukan i’tikaf sambil mengerjakan pekerjaan tertentu suatu hal yang sulit.
Edi Psw’s last blog post..Blog Ini Meraih 2 Award
Wah jawabannya sudah cukup jelas pak gu(ruku)
memang benar setibanya di bulan ramadhan, banyak sekali orang2 yang esmpat dan tidak sempat untuk beri’tikaf. Namun karena i’tikaf amalan sunnah sementara kerja adalah wajib, maka kenapa mendahulukan yang wajib.
TOh dalam kesempatna lain, di saat malam, atau mampir sebentar masih bisa i’tikaf mesti tidak long time tetapi short time
Kurt’s last blog post..Puasa Kembalikan Modal Hidup (2)
Wah jawabannya sudah cukup jelas pak gu(ruku)
memang benar setibanya di bulan ramadhan, banyak sekali orang2 yang esmpat dan tidak sempat untuk beri’tikaf. Namun karena i’tikaf amalan sunnah sementara kerja adalah wajib, maka kenapa mendahulukan yang wajib.
TOh dalam kesempatna lain, di saat malam, atau mampir sebentar masih bisa i’tikaf mesti tidak long time tetapi short time
Kurt’s last blog post..Pedagang harus Curang?
wah, kalo i’tikaf di depan kompi gimana yah????
*ayo saling komen untuk menuju kemenangan hakakakak*
aziz’s last blog post..BER-EKSKUL DI SMA 11
waduh saya jadi malu nih belum mampu itikaf dengan seperti yang sem,estinya hehehe masih ada waktu ah mesti belajar nih
salam dari Gunungkelir ( Assalamualaikum ) buat keluaraga mas
genthokelir’s last blog post..Award Etawa
belum sempet i’tikaf, kalouw sama suami gimana pak? boleh ga ya???hehehehehe………
btw, selamat hari raya idul fitri, mohon maaf lair bathin ya pak………
kaudanaku’s last blog post..SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429 H
waktu itikaf kemarin, saya merasa berada dipadang arafah, setiap terbangun saya berada diantara para muslimah yang bermukena … ah indahnya
rasanya emang tidak mesti di masjid, pak. tapi memang saat di masjid bersama-sama rasa khusu’ jauh lebih terasa
wah saya juga blom itikaf nih