Mahasiswa Indonesia!!! Di Mana Kalian?


Disclaimer: postingan murni curhat dan tidak berlaku untuk mahasiswa yang tergerak menyuarakan suara rakyat dan terlibat aktif dalam pelbagai aktifitas sosial di luar aktifitas resminya sebagai penuntut ilmu. Tulisan ini juga tak berlaku untuk mereka mahasiswa demonstran yang beraksi herois tapi dibayar untuk kepentingan golongan tertentu dan berlaku anarkis.

Berkaca pada sejarah, di mana rakyat membutuhkan didengar, disuarakan hatinya, mahasiswa siap menyuarakannya dengan lantang. Indonesia tak lepas dari gejolak darah muda yang resah melihat sekelilingnya. Bukan resah karena putus cinta atau kasih bertepuk sebelah tangan, tapi resah karena rakyat kelaparan dan dipaksa lapar.Dulu, saya sangat yakin! Jangan pernah buat rakyat sengsara kalau tidak ingin berhadapan dengan kekuatan mahasiswa!!!reformasi 98

Kini, saya berharap, keyakinan itu tak luntur apalagi memudar sirna. Saya percaya mahasiswa masih resah. Tapi, pertanyaan saya, di mana mereka? Di mana suara lantang penuh heroisme dan ketulusan menyuarakan kebenaran dan bukan karena bayaran. Tak cukupkah pemandangan antre minyak tanah di berbagai pelosok negeri? Tak cukupkah kelaparan menggantung di awan indonesia? Tak cukupkah harga-harga melambung tinggi yang mencekik rakyat membangkitkan perlawanan?

Ah, saya terlalu berharap besar pada mahasiswa? Mereka juga manusia biasa.

Tapi, entahlah saya mulai menaruh curiga pada enggannya mahasiswa untuk bergerak. Kecurigaan yang sejak dulu saya cium dari aroma “otonomi kampus” yang menyingkirkan mahasiswa miskin tapi pintar untuk menjauh dari kampus kenamaan seperti UGM, UI, ITB, IPB dan UNAIR.

Logika saya sederhana, kalau biaya pendidikan menjadi tak terjangkau rakyat miskin, lantas siapa yang bisa masuk ke pendidikan tinggi ternama kalau bukan mereka rakyat berduit dan kaya? Lantas apa relevansinya? Jelas sekali, meski tak berdasar, mayoritas yang bisa kuliah di PTN adalah mereka yang perutnya kenyang dan jauh dari keseharian rakyat lapar. Kehidupan mahasiswa yang akademic oriented dan cenderung hedonis melupakan fungsi lain dari status yang bernama mahasiswa. Mahasiswa enggan bersentuhan dengan dunia aktifitas sosial masyarakatnya. Pengabdian mahasiswa pada masyarakat sudah bukan jamannya lagi, Tri Dharma Perguruan tinggi lebih hanya slogan kering makna.

Mahasiswa di tengah pungutan iuran yang mahal akan berpikir sejuta kali untuk terlibat aktif dalam aktifitas sosial di luar kegiatan akademik. Kalkulasi ekonomi biaya yang mereka keluarkan selama perkuliahan tak sepadan dengan ganjaran resiko Drop Out seandainya dia menjadi aktifis yang vokalis. Tampaknya, skenario NKK BKK di masa Daoed Joesoef dengan otonomi kampus di era pasca reformasi memiliki kesamaan, meski dengan cara yang berbeda.

Sebaiknya saya berhenti berharap pada mahasiswa, karena memang mereka terlalu terbebani dengan hutang ekonomi yang besar untuk mendapat “pendidikan yang lebih baik” dari PTN terkemuka negeri ini.

peristiwa malari peristiwa malari

Sumber foto: tempointeraktif.com

Hanya, sekadar mengingatkan, jika tumbangnya orde lama disamakan dengan tumbangnya orde baru, maka sepantasnya, tahun ini bisa disepadankan dengan tahun terjadinya peristiwa Malari. Sekadar momentum untuk mengingatkan para penguasa negeri ini untuk tak lagi melenceng dari reformasi. Untuk kembali ke jalan yang baik, untuk menegakkan kembali semangat memakmurkan rakyat. Bukan memakmurkan perut sendiri. Apalagi dipakai hajatan ramai-ramai.

Terakhir, saya tuliskan ini bukan untuk menyulut keresahan berujung kerusuhan. Saya hanya menanyakan di mana kawan-kawan mahasiswa? Sudah saatnya turun gunung dan meluruskan kembali cita-cita reformasi!

Salam Perjuangan Kawan!

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • del.icio.us
  • Technorati
  • YahooMyWeb
  • blinkbits
  • BlinkList
  • blogmarks
  • BlogMemes
  • Netscape
  • Webride
  • LinkaGoGo
  • Spurl

Artikel terkait:

If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.


Comments

aku di sini mas… :D
yus’s last blog post..Bersatu!

Iya, apalagi yang jadi mahasiswa ituh anak-anaknya pejabat yang disekolahin pake duit korupsi..

Wah.. mana mau ndemo bokapnya sendiri? Bisa-bisa ndak dikasih uang jajan ntar :mrgreen:
Nazieb’s last blog post..Seputar Out-Of-Topic

sudah saatnya semua mahasiswa menyatukan visi dan misi untuk membangun indonesia. jangan sampai indonesia terus berada di bawah bayang2 negeri jiran yang dulu pernah berguru di indonesia. saya juga masih percaya, mahasiswa indonesia bisa menjadi agen perubahan sosial, asalkan jelas visi dan misinya.

sawali tuhusetya’s last blog post..Bhismaaa…!

saya rasa bukan karena dia anak pejabat atau hedonistis jadi begitu, buktinya yg menjadi penggerak dari kampus trisakti juga waktu 1998 yang dikenal bayarannya lebih mahal :D
kalo sekarang kita balik bertanya kemana para pejuang reformasi dulu, masihkah mereka ke kampus mengingatkan adik2nya untuk bersuara lantang kepada pemerintah?
sudah banyak angkatan 1998 sudah menjadi anggota DPR yang sudah semakin melupakan adik2nya jadilah seperti ini.
Patut kita akui di mahasiswa sendiri jiwa militan itu sudah berkurang tidak seperti yang dulu-dulu. Berbeda zaman, berbeda cara, berbeda pula cara untuk menanamkan jiwa nasionalisme, militansi, nilai perjuangan, nilai kerakyatan itu.
Kita semua memiliki tanggungjawab untuk menyadarkan mahasiswa dari keterpurukannya di masyarakat.
Hidup mahasiswa!
Hidup rakyat Indonesia!

aRuL’s last blog post..Menulis buku vs Ngeblog

saya rasa memang ada hubungan antara mahalnya biaya pendidikan dengan berkurangnya asksi jalanan..

tapi saya tidak sependapat bahwa mahasiswa yang baik hanyalah yang teriak2 demo sana dan sini..

pertanyaannya: apakah demo selalu membawa solusi?!

det’s last blog post..Kereta Api

Tuk Pemerintah:
Turunkan harga sembako, jangan seenaknya naikin harga2, rakyat kelaparan dimana2 masa pura2 ndak tau apa ndak denger inget yang milih anda itu rakyat, alasanya harga minyak dunia naiklah langsung naikin harga seenaknya… nik ra iso ngatur yo wis mending ra usah mimpin, medun ae…
(kesel aku)

ghatel’s last blog post..Masukan yang kurang baik

apakah demo selalu membawa solusi ?

Iya Juga, Tapi diam saja juga bukan Solusi.

apakah demo selalu membawa solusi ?

Iya Juga, Tapi diam saja juga bukan Solusi.

sagung’s last blog post..Remote Desktop

*nunjuk idung, acungkan jempol*
calon mahasiswa disini pak!
*siapin amunisi*
beres deh! Gejolak hati sampean akan segera kami obati..Hehe
kan seharusnya, mahasiswa gcuma sinau “diktat” atawa “praktikum” duank. Tapi juga mencerminkan diri sbg MAHAsiswa yang berati Siswa luar biasa alias top markotop mengikuti hati nurani tanpa adanya intimidasi ekstern seperti pas jadi siswa2 zaman dulu, takut guru, takut kepsek,tapi tentunya tindakan yang dilakukan untuk menumpas kejahatan *Ultraman mode on*juga yang berlandaskan budi pekerti luhur namun ampuh bgtz untuk memerangi kebatilan dan improper regulation di Indonesia Tercwintah ini..

Piss *nyengir*

Muridmu Yang Lucu
*haiah,koyo lagu “kupu-kupu yang lucu wae..Hehe*

Shei’s last blog post..Diva is missing

Sebagai agent of change, peran mahasiswa sekarang sudah banyak bergeser.. ditengah hedonisme yang membutakan mata..

Bangkitlah mahasiswa!!

hayooo, mahasiswaku kalian kemana?
ataukah menunggu hingga “terlanjur”.
ah, saya jadi bingung…

sluman slumun slamet’s last blog post..Berita duka….

‘pendidikan yang lebih baik’ itu yang harus diperjuangkan

bagi saya Pak Gempur, reformasi sudah semakin nggladrah. dikarenakan mahasiswa saat itu tidak punya konsep yang jelas saat menurunkan Simbah, sehingga Indonesia persis seperti Prancis, keluar dari mulut singa masuk ke mulut buaya.

masyarakat harus diberi pendidikan politik agar tidak hanya sekedar menjadi komoditas & budak kepentingan belaka. citra lebih meyakinkan daripada fakta, dengan beberapa detik tersenyum didepan kamera menggendong bayi busung lapar, langsung simpati & dukungan diperoleh. :cry:
bagaimana nasib bangsa ini? :cool:

bukan saatnya menambal kain yang robek
benangnya akan memperparah robekan kain usang itu
namun kita ganti dengan kain yang baru
MERAH desiran darah, bara semangat merdeka
PUTIH sucinya jiwa, bersama menyusun ‘manusia’

tomy’s last blog post..METODE MEMPELAJARI AL QUR’AN

saya sepakat dengan tulisan bapak, tapi tak hanya mahalnya biaya pendidikan yang membuat para mahasiswa turun ke jalan. tapi juga pola belajar dan kuliah yang semakin diperketat oleh kampus sehingga mahasiswa susah untuk mencari alternatif kegiatan selain kuliah…kuliah…kuliah…

yah, semoga muncul lagi semangat2 muda yang membikin resah bapak2 kita yang diatas sana… .

MA6MA’s last blog post..SLANK AKAN DIGUGAT DPR

Aslkm.

benar sekali kawan…
aku teringat lagi ketika kami…menjejal jalanan melantangkan suara pd penguasa….

namun kini, betul kata kawan, mereka pasti berpikir 1000 x utk menjadi pelantang suara.., karna mereka hrs belajar demi masa depan dan tidak mau menyia2kan biaya yg besar dari orangtua mereka. karena kuliah punya biaya

olangbiaca’s last blog post..LIHATLAH KE DIRI KITA

wadoh ngrasa ketampar iki pak!!!

idealisme mahasiswa memang sudah luntur
entah ap dan kenapa yang menyebabkannya.
Yg jelas tanyakan pada diri sendiri.

Om minta izin ngopi nih…
Semoga bisa memberikan manfaat

Postinganya saya copy di website ini:

http://bemfem-ipb.org

diam bukan lagi emas.
emang pak, semangat gerakan militan itu sekarang udah padam. Dan kita harus mendobrak kemapanan, sikap opurtunis membuat dari kita menjadi pelacur idealisme.

[…] Mahasiswa Indonesia!!! Dimana Kalian? […]

Tinggalkan komentar

(wajib)

(wajib)



This blog uses the CommentLuv plugin which will try and parse your sites feed and display a link to your last post, please be patient while it tries to find it for you.