Menggugat Istilah Pemerintah

Pemerintah berasal dari kata perintah, yang bila diterjemahkan secara definitif berarti tukang perintah yang menyiratkan bahwa selain darinya tak ada yang berhak memberi perintah juga menyatakan posisinya lebih dominan dari selainnya.

Dalam konteks kenegaraan, istilah pemerintah digunakan untuk para aparatur negara. Sementara dalam konteks lainnya aparatur negara memiliki sebutan “abdi negara”. Sesuatu yang kontradiksi satu sama lain. Dua entitas berlawanan tapi digunakan untuk satu subyek.

Penyebutan “abdi negara” itu sendiri menyiratkan makna bahwa sang subyek adalah pelayan yang memberikan seluruh tenaga dan pikiran untuk negara.

Lantas, apa masalahnya?

Penggunaan istilah “pemerintah” seperti memberi legitimasi pada sang subyek untuk berlaku sekehendak hati dan pikiran kepada negara dan rakyatnya.

Mentalitas penguasa lebih dominan daripada mentalitas pengabdi. Dampaknya, banyak aparat yang bekerja sak karepe dhewe [baca: sekehendak hatinya]. Mereka lupa bahwa mereka adalah abdi negara yang pelayan, yang memberi pelayanan terbaik bagi majikannya, ‘RAKYAT’.

Bagaimana pendapat anda?

—***—

Sekadar omong kosong saja:
Istilah pemerintah lebih cocok untuk monarkhi yang kekuasaannya absolut yang berhak memerintah tanpa bisa dibantah. Tapi, herannya raja Saudi Arabia bergelar ‘al-khadim’ yang berarti pelayan/pembantu. Halah, saya bingung sendiri jadinya.

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • Digg
  • del.icio.us
  • Technorati
  • YahooMyWeb
  • blinkbits
  • BlinkList
  • blogmarks
  • BlogMemes
  • Netscape
  • Webride
  • LinkaGoGo
  • Spurl

Artikel terkait:

If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.




Comments

saya sendiri ikut2an bingung, pak gempur. kalau pinjam istilah makna dalam kamus, pemerintah itu memang berasal dari lema perintah yang berarti: 1 perkataan yg bermaksud menyuruh melakukan sesuatu; suruhan: atas — sang Pangeran, beberapa pelayan datang; 2 aba-aba; komando: latihan gerak badan sebaiknya dilakukan dng –; 3 aturan dr pihak atas yg harus dilakukan: ia membacakan — yg berkenaan dng pembasmian penyelundupan;
Tapi setelah terbentuk menjai kata pemerintah, tak ada satu pengertian pun yang merujuk pada orang, tetapi lebih tertuju pada sitem, sekelompok orang atau badan.
selanjutnya, silakan baca di KBBI online:
http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php
dari sisi penegakan demokrasi, saya setuju posisi pemerintah jelas lebih dominan, sehingga rakyat jadi tersubordinasi. yang jadi persoalan adalah, apakah istilah pemerintah itu dari kata dasar perintah kemudian mendapatkan awalan me- menjadi pemerintah atau kata dasar perintah mendapatkan sisipan -em- seperti halnya kata gemetar, gemilang, dll yang merujuk pada adjektiva. wah, ternyata rumit juga, yak, hehehehe :lol: tapi saya salut kepada pak gempur yang mengangkat topik ini sebagai entri persoalan, *halah*

sawali tuhusetya’s last blog post..“Perang Sastra” Terus Berlanjut?

Orang malaysia juga pada bingung dengan kata Pemerintah Indonesia.. (lha.. kita aja juga bingung dengan kata itu)

Trus kira2 apakah perlu kita ubah?

ridu’s last blog post..Mabit Labkom 2008

mungkin inilah mengapa negara kita seperti sekarang ini.. memang pemimpin tu harusnya menjadi pengayom rakyat menjadi babunya rakyat… bukan rakyat yang menjadi babunya pemimpin…. mulia sekali gelar pemimpin arab.. hehehehe

Anang’s last blog post..Kamus Besar Bahasa Indonesia Online

Kayaknya itu susah banget mas Anang… Di Indonesia, pemerintah ato pejabat dianggap mempunyai derajat lebih tinggi, orang salaman aja orang bisa nunduk, aneh… ^o^

“……….Halah, saya bingung sendiri jadinya……”
_____________
kenapa mesti bingung…??
katanya orang pintar adalah orang yg bisa membuat mudah sesuatu yg sulit….

kalo ada yg salah »» ya tinggal dibenerin aja….
kenapa bingung….???
trus ntar kalo udah bener »» tinggal ikutin saja..
beres deh… :mrgreen:

___________________
Mau usul nih…
Gimana kalo kata Pemerintah diganti dengan kata “kacung negara”
hehe…. :mrgreen:
antarˆpulau’s last blog post..bersih-bersih ah…

maap… koment satu lagi…
baru kepikiran nih….
sekedar usul mas gempur.. gimana kalo kata pemerintah diganti dg kata “Gubernurial”

Asal kata dari (yg merupakan asimilasi bahasa) dari kata bhs inggris » Govern….

Utk tingkat propinsi saja kita menggunakan istila Gubernur….
Kenapa utk tingkat pusat tidak menggunakan istilah itu juga…??

Govern »» Government…..
Gubernur »» Governor……

Gubernur kita ‘biaskan’ lagi menjadi Gubernurial.. atau… Gubernurtorial…
hehe…. :mrgreen:

maap atas usul saya yg keterlaluan ini… :)
antarˆpulau’s last blog post..bersih-bersih ah…

negara sejatinya adalah pentung, itu kata Engels
kalo diktator proletariat ada maka tidak butuh negara
dan pemerintah akan jadi CIVIL SERVANT
mungkin gitu ya Pak Gempur
maap saya jadi jarang ngenet nih, banyak dateline kerja yang harus diselesaikan :D
Revolusi perlu dimulai dari diri sendiri, nah sbg aparat pemerintah nih lagi pengen bikin budaya tandingan :mrgreen: bukan sebagai tukang perintah tapi CIVIL SERVANT
so jadi jarang ngenet, prioritas utama selesaikan pekerjaan dulu *sekalian pamit agak lama*

tomy’s last blog post..BEST I EVER HAD

sik…sik…talah Kang Gempur..
nek bingung DIWALIK dhisik Klambine..
he..he…
Sampeyan ki golek Thema kok sing isine
malah nggawe sampeyan KEBINGUNGAN…
ambek-an kok LALAR GAWE seh….sing
entheng2 ngono loh wok…

Gak usah adoh-adoh mikirin pangerten
Pemerintah ( perintah ) cobo sampeyan
Grayahi dhewe LAKON sampeyan neng
Keluarga…SOPO sejatine sampeyan..??
bagi Anak dan Isteri. Tukang PERINTAH
ato ABDI…?? Wis DUNUNGNO dhisik.

Kabuuuuuuuuurrrrr maning…keburu
disrampang Alu…ciloko mengko…

Santri Gundhul’s last blog post..NIAT versi ARAB… VS… NIYAT versi LOKAL

weh baru juga terfikir, setelah diingatkan lewat postingan ini.
Saya rasa tidak cukup dengan perubahan kata pak yah…
harus juga dari tindakan dan rekrutan pegawai itu sendiri.

aRuL’s last blog post..Bahasa Wotu dan Eksistensinya

saya pepeng escoret..dengan ini berjanji..!!!
jika saya jadi presiden hal2 yg di keluhkan oleh om gempur tidak ada lagi..!!!!

*sekian *

hm… di arab sendiri, pemerintah disebut UMAROK, berarti orang yang memberikan perintah. berasal dari kata AMAR, yang berarti perintah. jadi sama aja istilahnya dengan di sini. gelar AL-KHODIM yang berarti pembantu, diberikan untuk memuliakan sang raja

saya rasa perubahan istilah aja juga masih kurang, tanpa menyentuh esensi dan substansi dari sistem manajemen negara ini

usul saya: negara dikelola secara profesional ala perusahaan. juga istilah2nya. tidak ada lagi presiden, tapi CEO

det’s last blog post..Fucklentine

hem…

bingung juga…
kalopun diganti pelayan, tapi perbuatannya sama aja, tetep ya?

gimana dunk?
:???:
chiw’s last blog post..Kopdar Pertamax

tes tes… kok komenku nggak muncul ya? ketelen akismet kah?

chiw’s last blog post..SMS, YM, dan janda

ya gini ini kalo negara plin plan, semua serba gak jelas. Lha kalo pemerintahannya aja gak jelas, apalagi rakyatnya. Negara kita ini bentuk pemerintahannya gado-gado. ngakunya republik yg mengatakan rakyat di atas segalanya, tapi kok kekuasaanya seperti kerajaan, sistem kenegaraannya absolut, tapi begitu ketahuan melakukan kesalahan berubah lagi jadi sosialis dimana rakyat ikut bertanggung jawab menanggung kesalahanya.

Ayuk kita mikirin petani lagi huehuehuheuheuheuehue

Mbah Sangkil’s last blog post..Anto dan Sarah

Apa mungkin ini penyaduran dari Bahasa Inggris? Dalam Bahasa Inggris sendiri “Pemerintah” adalah “Government”.

“Government” sendiri berasal dari kata “govern” (yang berupa verb atau kata kerja). Nah “govern” sendiri merujuk pada : “To make and administer the public policy and affairs of, or to exercise sovereign authority in.”

…kok rasanya familiar ya? :lol:

Dan kalau melihat kamus yang disarankan Pak Sawali, maka: “pe·me·rin·tah
1 sistem menjalankan wewenang dan kekuasaan mengatur kehidupan sosial, ekonomi, dan politik suatu negara atau bagian-bagiannya;
2 sekelompok orang yg secara bersama-sama memikul tanggung jawab terbatas untuk menggunakan kekuasaan;
3 penguasa suatu negara (bagian negara): ~ negeri dimisalkan pengemudi negara; negara memerlukan ~ yg kuat dan bijaksana;
4 badan tertinggi yg memerintah suatu negara (spt kabinet merupakan suatu pemerintah): beberapa anggota DPR meminta supaya ~ segera menyerahkan rancangan undang-undang itu ke DPR; jawaban ~ dibacakan oleh Menteri Dalam Negeri;
5 negara atau negeri (sbg lawan partikelir atau swasta): baik sekolah ~ maupun sekolah partikelir harus dibangun tiga tingkat;
6 pengurus; pengelola: ~ perkebunan dan tambang;”

Mari bermain simpel. Pemerintah adalah orang/sekelompok orang yang menjalankan pemerintahan.
Dan nampaknya lebih ke dari sudut mana kita memandangnya. :P

…dan saya kembali ke sabda salah seorang rekan blogger (lupa siapa) ketia menyoal polemik istilah Cina-Tionghoa: “tidak usah mempermasalahkan istilah, yang penting esensi dan fakta di lapangannya.”

*duh mumet*

Waduh, pak… Delete saja komen saya dan sisakan 1. Browser saya error berat nih. Maaaaafff..

Sumpah ga niat hettrik kayak gini. Ngeklik terus karena browser ga beres

Goenawan Lee’s last blog post..Roda Pembenaran

saya lebih senang melihatnya sebagai orang yang berwenang memberikan perintah yang dikeluarkan melalui peraturan-peraturan yang disahkan oleh beberapa komponen negara pak.
peraturan-peraturan yang di setujui oleh beberapa pihak untuk dapat dilaksanakan sebagai perintah yang mesti ditaati guna kepentingan bersama.
saat nama dapat menerangkan sifat sang pelaku dan sifat sang pelaku diperlihatkan dengan tingkah laku maka pemerintah mempunyai hak perintah karna peraturan-peraturan yang diciptakannya.

mungkin karena itulah sebenernya ide dari itu semua kekuasaan itu di pegang oleh rakyat dan kemudian di wakilkan oleh wakil2 rakyat yang ada di dpr dan mpr. guna mewakili rakyat sebagai salah satu alat dalam membuat aturan2 tersebut. abdi negara kemudian berfungsi sebagai pesuruh yang mewakili bangsa dalam mengawasi peraturan2 yang tadinya ide dari wakil2 rakyat itu juga dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya.

tapi memang dalam pelaksanaanya sering kali kita dengar omongan peraturan hanya di buat untuk menghalalkan suatu kepentingan dapat di tunggangi oleh legalitas yang diberikan negara dengan peraturan2 yang dibuat-buat dan tak berpihak kepada rakyat banyak. mudah2an tak selamanya itu benar yah pak…

sekedar omong kosong nggak jelas pak.
:D

Penyelenggara Negara, gimana? atau administrator negara, kayak kata si gun.

Siti Jenang’s last blog post..Keindahan Butuh Kejelasan

Tinggalkan komentar

(wajib)

(wajib)



This blog uses the CommentLuv plugin which will try and parse your sites feed and display a link to your last post, please be patient while it tries to find it for you.