Open Suse 11.1: My Notebook Operating System

desktop Open Suse 11.1

Desktop Opensuse 11.1

I don’t know why, before I try this OS, i haven’t found a satifisfied OS yet which is compatible with my laptop. For all computers in my laboratorium, I use dual operating system, Windows XP and PCLinuxOS 2007. Untill this time, there is no problems or mistakes.

Unfortunately, my laptop with low class specification is not compatible with PCLinuxOS. Some drivers and programs are not included in Live CD installer. I decided to try some Linux Distributions like Fedora 9, Ubuntu 8.10, Mandriva 10. But, wireless-fidelity driver does not work correctly. I’ve tried to install driver manually, but, its too difficult for me.

Finally, last month, in March, I got Open Suse DVD Installer with Extras which is part of linux magazine package. Soon, I install in my laptop, voilaaaaaa…, All drivers works correctly. Some programs can be installed via YaST. Now, my laptop has dual operating system, Microsoft Windows Vista Home Premium and Open Suse 11.1.

–oO( OOOOO )Oo–

Pencarian saya akan sebuah sistem operasi linux untuk notebook pribadi sepertinya akan berakhir di sini. Setelah sekian lama mencoba beberapa distro yang saya miliki, pilihan teakhir jatuh ke Open Suse 11.1 yang kompabilitasnya lumayan untuk driver laptop saya yang tergolong kelas bawah. Meski untuk finger print masih belum bisa saya fungsikan, yang jelas kebutuhan utama bernama WIFI itu sudah bisa dikoneksikan.

Laptop yang kelas bawah itu bermerek lokal Indonesia dengan nama A Note Centurion 8280, dengan prosesor Intel Dual core T2390 bermemori 2GB. Dilengkapi dengan harddisk 160 GB, DVD RW dan kamera 2MP menjadikan saya bekerja dengan lebih leluasa untuk aplikasi perkantoran. Sayangnya, Microsoft windows Vista home premium yang terbeli dengan harga 800an ribu itu tergolong rakus sumber daya. Alhasil, seharusnya dengan windows XP, laptop saya berjalan dengan kencang, tapi apa daya, tuntutan beradaptasi dengan perkembangan menjadikan saya harus berkompromi dengan Vista.

Menginstal tiga operating system bukanlah langkah yang bijak, meski berhasrat kuat kembali ke Windows XP, tapi tidak mungkin saya menghilangkan Vista yang sudah terlanjur terbeli. Apalagi meninggalkan Linux yang menjadi mainan baru dalam kurun hampir 1 tahun ini jelas tidak mungkin. Untuk sementara Windows XP harus mengalah. Vista yang bertahan dan satu Linux keren yang menghias.

Jatuhnya pilihan untuk menggandengkan vista dengan OpenSuse rupanya pilihan yang tepat. Keindahan desktop yang ditawarkan oleh OpenSuse dengan efek DesktopCube-nya memang menawan. Meski tampilannya belum se-elegan Vista, namun setidaknya OpenSuse unggul di banyak segi.  Saya instal KDE 3.5, Kde 4, XFCe dan GNOME sekaligus ke dalam laptop sebagai penghias keindahan desktop linux saya. Aplikasi bawaannya pun cenderung paling baru. Aplikasi perkantoran yang diserahkan pada OpenOffice.Org sudah mengusung versi 3.0, sementara untuk aplikasi grafis, sudah ddiserakan GIMP 2.6 sebagai pengolah bitmap dan Inscape sebagai pengolah vektor. Masih banyak lagi aplikasi grafis dan office yang tersedia.

Sayangnya untuk aplikasi multimedia, Open Suse tidak menyertakan codec untuk file musik terpopuler mp3. Untuk bisa memutar mp3 telebih dulu kita download codecnya atau pasang saja aplikasi multimedia portabel. Namun, semua teratasi dengan tersambungnya koneksi wifi yang memudahkan saya mengakses internet dari manapun asal tersedia yang gratis. :D

Related Post:

33 Comments

(Required)
(Required, will not be published)
CommentLuv Enabled