Ekstra Parlemen: Jawaban Atas Sinetron Senayan?
Kembali media menyoroti aksi mahasiswa di Jakarta yang memprotes kenaikan BBM. Kali ini aksi mahasiswa dilakukan di kampus Atmajaya dan di depan kantor yang terhormat para anggota parlemen RI senayan.
Aksi kali ini lumayan heboh menyusul kontroversi kematian Maftuh, mahasiswa UNAS yang menjadi korban pada aksi mahasiswa di kampus Universitas Nasional Jakarta. Aksi di Atmajaya dan di senayan mau tak mau menjadi sorotan publik mengingat anarkis dan kebrutalan yang dipamerkan baik oleh mahasiswa maupun aparat kepolisian selaku penegak ketertiban. Tuntutan tetap sama, menolak kenaikan BBM dengan menyabut kembali keputusan pemerintah dan usut kasus kematian Maftuh.
Dari pihak mahasiswa ada dua orang korban yang cukup parah dengan cedera patah tulang kaki karena -entah disengaja atau tak sengaja- tertabrak mobil patroli polisi yang sedang lewat. Aksi ini juga menelan korban mobil avanza yang dibakar oleh massa pengunjuk rasa. Perlu dicatat adalah keduanya adalah perwakilan mahasiswa dari Jambi.
Terlepas dari berapa korban yang jatuh, juga sinyalemen adanya pihak yang menunggangi, tampaknya parlemen yang sedang melakukan paripurna DPR merasa terdesak dan tertekan dengan anarkisme yang berlangsung di luar gedung mereka. Akibatnya, bisa diduga, paripurna menghasilkan keputusan menyetujui hak angket BBM.
Pertanyaannya adalah apakah ekstra parlemen [baca: parlemen jalanan] merupakan jawaban atas tulinya anggota DPR di senayan? Apakah kekerasan yang tampak di layar televisi akan terus-menerus menjadi konsumsi pemirsa televisi Indonesia? Apakah harus ada kekerasan untuk membuat telinga mereka menjadi bolong dan tidak buntu?
Terlepas dari sinyalemen Humas Polri yang menyatakan aksi ini ditunggangi oleh pihak tertentu, tetap tak menjadikan mereka -para anggota dewan- memaksa mahasiswa melakukan anarkisme dengan diam dan tak mau tau.
Mungkin anggapan mahasiswa benar, kalau nggak turun ke jalan, akankah suara mereka didengarkan?
Jadi teringat lagu Iwan Fals:
Kalau cinta sudah di buang
Jangan harap keadilan akan datang
Kesedihan hanya tontonan
Bagi mereka yang diperkuda jabatan
Oh oh ya oh ya oh ya bongkar
Oh oh ya oh ya oh ya bongkar
Sabar sabar sabar dan tunggu
Itu jawaban yang kami terima
Ternyata kita harus ke jalan
Robohkan setan yang berdiri mengangkang
Oh oh ya oh ya oh ya bongkar
Oh oh ya oh ya oh ya bongkar
Oh oh ya oh ya oh ya bongkar
Oh oh ya oh ya oh ya bongkar
Penindasan serta kesewenang wenangan
Banyak lagi teramat banyak untuk disebutkan
Hoi hentikan hentikan jangan diteruskan
Kami muak dengan ketidakpastian dan keserakahan
Di jalanan kami sandarkan cita cita
Sebab dirumah tak ada lagi yang bisa dipercaya
Orang tua pandanglah kami sebagai manusia
Kami bertanya tolong kau jawab dengan cinta
Oh oh
Oh oh ya oh ya oh ya bongkar
Oh oh ya oh ya oh ya bongkar
Oh oh ya oh ya oh ya bongkar
Oh oh ya oh ya oh ya bongkar
Kegiatan Menjelang: PSB Surabaya Online 2008
Updated:
- untuk prediksi PSB Online 2008 Jenjang SMP Kota Surabaya silakan lihat di sini
- untuk Prediksi PSB Online 2008 Jenjang SMA Kota Surabaya silakan lihat di sini
Setelah kecemasan demi kecemasan datang silih berganti, dari Ujian Nasional SMA, SMP, SD lalu pengumuman hasil UN 2008 SMA, SMP dan SD, kini, kecemasan baru datang menghadang. Pendaftaran siswa/i baru jenjang SD, SMP dan SMA segera bakal ditabuh. Untuk kali ini, kecemasan saya berkurang drastis, mengingat beban yang harus saya sandang tidak berat. Hanya menyiapkan infrastuktur komputer yang terkoneksi internet dan selebihnya urusan teknis. Tak ada kaitannya dengan beban moral dan mental serta psikologis.
Mereka yang dilanda kecemasan adalah para orang tua murid yang hendak mendaftarkan putra/i mereka yang telah lulus jenjang SD dan SMP untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, SMP dan SMA. Kecemasan mereka jelas dari harapan yang mereka bangun untuk bisa masuk sekolah favorit (sekolah negeri) dan itu harus diukur dengan hasil pencapaian Ujian Nasional 2008 putra/i mereka.
Orang tua dan masyarakat dalam kurun beberapa bulan terakhir ini dipacu dengan kecemasan yang datang bertubi-tubi. Sungguh, perjuangan yang amat berat dirasakan bagi mereka kalangan masyarakat menengah ke bawah. Jika harapan untuk masuk sekolah favorit ternyata harus terkubur dalam-dalam, maka mereka harus menyiapkan anggaran khusus untuk mencari sekolah cadangan. Bagi saya, biaya psikologis yang harus terbayar jauh lebih tinggi nilainya ketimbang biaya administrasi sekolah. Tingkat ketahanan mental masyarakat akan frustasi benar-benar diuji lagi. Sekadar contoh, empat tahun lalu, saya tak mampu membayangkan jika saja tak ada penjagaan polisi, massa di luar sekolah saya akan benar-benar beringas menghancurkan kaca jendela hanya untuk mengetahui hasil akhir PSB.
Saat itu, massa sudah menggedor-gedor kaca jendela kusen ruang kepala sekolah yang dijadikan tempat entry data saat itu. Keterlambatan pengumuman bukan karena disebabkan oleh sekolah, tapi memang terjadi gangguan server pada telkom yang mengakibatkan keterlambatan pengumuman. Tidak hanya di sekolah, di warnet-warnet pun tak bisa diakses. Solusi akhir, masyarakat menanyakan langsung kepada pihak sekolah. Sementara sekolah sendiri belum memiliki hasil akhirnya. Kekecewaan masyarakat pun terlampiaskan pada benda-benda di sekitar sekolah. Untung tak berlanjut karena ada polisi yang menjaga.
Ah, sungguh kasihan masyarakat yang harus dibikin susah.
Syukurlah, dalam tiga tahun terakhir tidak ada kendala berarti dalam pelaksanaan PSB yang diselenggarakan Dinas Pendidikan kota surabaya yang bekerjasama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS). Secara teknis, tidak ada kendala yang cukup berarti, justeru yang seringkali memunculkan polemik adalah kebijakan dari Dinas Pendidikan yang dirasa pada awal-awal kerjasama denga ITS memunculkan penafsiran beragam di kalangan masyarakat. Terutama terkait dengan pembagian rayon/kawasan, baik untuk SMA maupun SMP-nya.
Meski demikian, berbagai upaya telah dilakukan Dinas Pendidikan Kota Surabaya untuk menyosialisasikan PSB melalui berbagai media, di antaranya dengan memublikasikannya di internet dengan alamat http://psbsby-online.net/.
Bagi orang tua dan masyarakat umum yang ingin mengetahui info online tentang pendaftaran siswa baru Surabaya 2008 bisa mengakses situs tersebut. Semoga dengan adanyata situs tersebut, tidak terjadi lagi kesalahan penafsiran akan aturan-aturan yang ada. Semoga masyarakat bisa terkurangi beban psikologisnya dengan mengetahui informasi tentang PSB dan mampu mengukur kemampuan putra-i-nya untuk meraih sekolah yang diharapkan.
Menulis di Blog itu Ejakulasi Dini
Disclaimer: Tulisan ini murni sampah, jadi jangan pernah dibaca bagi anda yang sangat serius. Tapi, kalo anda ingin nyampah, silakan saja, saya perkenankan. Postingan ini juga sebagai tanda jenuhnya saya pada …………
Menulis mudah itu jelas milik pak ersis, menulis cerpen itu hobi bawaan lahir pak sawali
Tapi, sayang seribu sayang, tulisan saya seringkali jauh dari itu semua. Permasalahan yang kerapkali tidak jelas, tujuannya apa, solusinya juga sering tidak ada, menjadikan tulisan saya terkesan terburu nafsu, eit, terburu-buru. Analisis sungguh dangkal [malah boleh dibilang bukan analisis, tak lebih dugaan-dugaan semata] yang berakibat pada pengambilan kesimpulan yang prematur
.
Ada faktor lain yang membuat tulisan-tulisan saya di blog jauh dari kesan mencerdaskan.. hiks.. Tuntutan skenario blogosphere yang tak menghendaki berpanjang-panjang kata, karena hanya menghambat proses komentasi, weitttt… bahasa apa lagi ini? Maksudnya, menghambat laju sedekah komentar dan kejar tayang traffick, karena kaidah blog salah satunya adalah popularitas. Maka, mau tak mau, arus traffick tetap wajib diperjuangkan juga seribu komentar satu posting untuk mencapai yang namanya popularitas. Saya sendiri sering memotivasi siswa-siswi saya untuk blogwalking demi mendulang komentar tinggi. hiks! *jadi malu* Tentunya dengan prinsip “Buat apa menulis, kalau tidak ada yang mau membaca”, betul tidak?!! :D. Hal ini menyebabkan kepala saya sakit kalau postingan saya tak mendulang komentar yang banyak. *huuuuuaaaaaaaaaaaaa……. *
Saya sampai pada kesimpulan yang juga prematur, bahwa menulis di blog bagi saya seperti orang senggama tapi mengalami ejakulasi dini. Proses menuju penyempurnaan hasrat itu tak bisa terpenuhi karena kelemahan, ketakberdayaan yang berakibat pada prematurnya kenikmatan itu datang.
Jangan tanya kenapa saya menulis tulisan sampah ini?! Juga jangan tanya apa saya sering mengalami ejakulasi dini? Itu wagu tur saru, kata orang Djogdja…
Dengan ini pula, saya mengganti sub header saya dengan: Menulis Blog itu Ejakulasi Dini! ….
Apa Menariknya Konvoi dan Corat-coret?
Luapan kegembiraan siswa/i SMA/SMK se-Indonesia jelas beragam. Kelulusan adalah predikat akhir yang ditunggu-tunggu oleh mereka setelah menempuh pendidikan selama tiga tahun di jenjang pendidikan menengah atas. Entahlah, kapan budaya corat-coret ini dimulai dan kenapa budaya corat-coret tak segera hilang dari muka bumi Indonesia? Lalu, kapan budaya buruk ini segera berakhir?
Saya sendiri pernah mengalaminya, lulus SMA, tapi tak pernah suka dengan geber-geber motor di jalanan [karena memang tak punya motor saat itu :D] juga tak tertarik untuk corat-coret dengan alasan apapun. Sejak dulu, saya tak mampu menikmati hingar-bingar model seperti itu.
Ya, sudahlah! Semua kembali pada individu masing-masing. Bagi anda yang suka meluapkan kegembiraan dengan mengganggu dan mencerabut ketenangan orang lain dalam berkendara, silakan menikmati raungan motor yang keras.
Dan, saya tetap tak akan beranjak dari meja saya! Membaca berita online di berbagai media tentang ramainya jalanan di luar sana! Selamat menikmati!
Oh, ya.. sumber gambar saya ambil dari suarasurabaya.net, makasih ya suara surabaya!! Met ultah! maaf, kemarin gak jadi hadir.. ![]()
Selamat untuk Siswa-siswi Saya
Pengumuman Hasil UN 2008 SMAN 11 Surabaya
Setelah melewati malam yang melelahkan, memasukkan satu demi satu angka nilai Ujian Nasional 2008 pada lembar Daftar Kumpulan Nilai Ujian Nasional (DKN-UN) SMAN 11 Surabaya, akhirnya selesai juga tugas yang berat ini. Selesai pukul 00.30 dan langsung mengetikkan postingan ini.
Dengan ini saya sampaikan kepada seluruh siswa dan siswi kelas 12 SMAN 11 Surabaya:
Selamat dan Sukses bahwa Anda semua telah lulus 100%
Terlepas dari kelebihan dan kekurangan yang ada, saya tetap pantas mengangkat topi untuk Anda semua atas keprihatinan dan kecemasan Anda semua selama ini.
Himbauan saya, jangan mengotori kecemasan dan keprihatinan serta pengorbanan Anda semua dengan melakukan hal-hal yang menggugurkan kebaikan yang telah dilakukan dengan :
- trek-trekan (nggeber) motor di jalanan dan mengganggu hak pemakai jalan lain
- corat-coret baju dan segala macamnya, karena pemborosan dan kemubadziran di tengah kondisi bangsa yang carut marut hanya akan semakin memperburuk citra Indonesia
- pesta pora yang tak jelas arah tujuannya
So, be wise man!
Selamat sekali lagi untuk Anda semua.
Perhatian:
Kepada siapa saja yang menginginkan Nilai Ujian Nasional Siswa-siswi SMAN 11 Surabaya dapat diunduh dengan mng-klik link di bawah ini. Segala bentuk keberatan atas hasil yang dicapai, silakan layangkan ke Departemen Pendidikan Nasional.
Nilai Ujian Nasional 2008 IPA - IPS SMAN 11 Surabaya














