Resah [3]: Sholawat
Sebenarnya, ini tulisan untuk catatan akhir tahun saya yang morat-marit dan pontang-panting ke sana kemari dengan keresahan demi keresahan datang silih berganti. Tak bisa saya bawa serta ke dalam berbagai forum meski sekadar blogging apalagi berrbagi dalam kopi darat.
Alhasil, selama beberapa bulan ini saya lebih suka mengurung diri dalam awang-awang pikiran saya sendiri. Bergumul dengan gelisah yang sama dari hari ke hari. Merenung berapa dosa dan kesalahan yang telah saya perbuat.
Tak ada klarifikasi apalagi resolusi.
Semuanya mengalir dalam damai shalawat, tak perlu lagi berlogika dan menggugat hukum shalawat apalagi debat idealis a la mahasiswa yang masih bergulat di seputar sosialis, komunis, neo-kolonialis tapi perut dan hatinya masih kapitalis.
Saya tak hendak mengumbar masalah saya kali ini.
Entah, apakah saya yang mulai menua atau kehilangan semangat muda di sebagian diri saya? Lantunan sholawat yang sejak kecil saya dengar di kultur pesantren memenuhi hari-hari saya belakangan ini. Baik melalui lantunan dengan aransemen baru melalui suara Ustad Jefri atau Haddad Alwi atau suara sumbang Cak Nun yang masih saya hapal betul.
Beberapa malam sempat saya habiskan dalam lantun sholawat beriring putaran tasbih.
Ada damai, ada sejuk, ada tenang meski liar dalam diri saya belum juga terbungkam dengan baik dan rapi. Begitu pun istri saya yang beberapa hari terakhir ini sangat membahagiakan dan membuat saya bangga sekaligus bersyukur.
Sholawat mengantarkan saya kepada sosoknya yang demikian agung. Basah makna kenabiannya menjadikan saya damai sekaligus bertambah resah ternyata. Air mata tak henti mengalir karena damai yang hadir bukan ilusi, tapi benar terasakan. Dia hadir menemani dan menghibur kegundahan dengan kalimat sakti para penyair Arab.
Air mata semakin deras manakala begitu sadar sepenuhnya akan diri yang sangat hina jauh dari perilakunya, sekaligus bertanya-tanya apa yang harus saya lakukan ketika “uluran tangan dengan semangat pembebasannya” menghampiri saya?
Yah, saya mengalami ketakberdayaan. Saya pengecut yang bersembunyi di bilik gelap.
Muhammad begitu agung untuk manusia. Cinta yang tertatih-tatih penuh debu dan usang tak terawat ini tak mungkin bisa membawa saya kepadanya. Kecintaannya pada yang lemah dan teraniaya melebihi siapa pun yang pernah hidup di dunia.
Dalam malam hening, saya yang pengecut dan tak punya nyali ini mendo’a untuk saudara saya di pusat pusaran dunia sana yang tengah teraniaya. Tuntaskan penderitaannya.
Andai Muhammad masih ada di dunia, ia pasti mengutus Umar langsung ke medan pertempuran sebagai panglima. Bersama Ali, Khalid, Usamah di barisan terdepan. Mungkin, Shalahuddin Al-Ayyubi pun tak akan tinggal diam, ia serukan sholawat untuk mebangkitkan semangat pembebasan para laskarnya. Al-Ayyubi pasti akan menghadirkan ruh Muhammad ke dalam jiwa-jiwa laskarnya.
Ya, hanya air mata dari pengecut tak berdaya ini yang bisa saya haturkan kepada saudara-saudara saya yang teraniaya di Palestina sana. Maafkan kepengecutan saya.
Biarkan saya tenggelam dalam sholawat. Dan ijinkan kukirimkan untuk mereka di sana agar mereka berjuang berperang dengan semangat Muhammad. Agar batu-batu dan kerikil yang mereka lemparkan menjelma “batu-batu yang dibawa burung ababil”. Agar batu kecil Dawud itu mampu menumbangkan Goliath.
Maafkan saya, saya hanya bisa bershalawat.
January 3, 2009 | Posted by gempur
Categories:






Kita merasakan keresahan dan duka yang sama, mas.
Kuatkanlah mereka ya Allah…
Dony Alfan’s last blog post..Bertemu Iman Brotoseno
shollallohu ‘ala muhammad…
shollallhohu ‘alaihi wa sallim…
DET’s last blog post..Menggagas Pemilu Berbasis Jaringan Telepon Seluler di Indonesia
Ya Muqallibal quluub, tsabbit qalbii ‘alaa diinika.
“Wahai yang membolak-balikkan qalbu, tetapkanlah hatiku berpegang pada agama-Mu”
semoga hati yang resah segera bersih dan damai,
menangislah hanya kepada Allah dengan mengucap “ihdina ash-shirath al-mustaqim” semoga Allah menunjukkan jalan yang lurus yang penuh ridho dan petunjuk-Nya. amin Allahumma amin
Selamat berdjoeang dan teroes semangat
cakbud’s last blog post..Selamat Ulang Tahun Jemberku
assalmualaikum, lama nggak mampir nih. Gimana kabarnya? Pak, nggak ikut ke Palestina ta? ikut jadi relawan. He….3x
sundee’s last blog post..Coretan Akhir Tahun
Semoga cintaNya Allah tercurah kepada pak gempur dan keluarga
dengan shalawat, batin dan jiwa jadi damai dan tenteram, pak gempur. semoga lewat cara ini, kita mendapatkan pencerahan dan katharsis. aktivitas ngeblog yang pasang surut itu hal yang wajar terjadi, pak, apalagi kalau urusan offline menumpuk. bagaimanapun juga, akivitas offline harus lebih diutamakan. utk ngeblog dan blogwalking kan bisa dilakukan kalau memang ada waktu luang. salam kreatif dan sukses selalu buat pak gempur.
sawali tuhusetya’s last blog post..Menyiasati Kecamuk Separatisme di Negeri Kelelawar (5)
iya pak. htiku ikut ngilu stiap mndengar lgu2 trsbut smpeyan putar keras2 di lab. met thun bru pak! maaf 2hri kmrn q ga dtg ke lab,coz da msalah drmh. oya,q dah pndah ‘kontrakan’ bru pak. msh coba2,msh ‘kusut’,coz msh serba free..
sholu alaih…………..
semoga tetep berkumandang…
abee’s last blog post..cara nge-hack cewek
…. apalagi debat idealis a la mahasiswa yang masih bergulat di seputar sosialis, komunis, neo-kolonialis tapi perut dan hatinya masih kapitalis…. ====>>>> merasa tersinggung saya.
salam pak, lama saya g berkunjung disini… .
ma6ma’s last blog post..25 TAHUN SLANK MEMBUMI
**Tak bisa berkata-kata apa-apa karena memang tak bisa berbuat apa-apa**
Just Bryan’s last blog post..Do’ain UASku ya….(Re-Post)
saya hanya bisa berdoa dan berdoa saja, semoga perang cepat berhenti dan tercipta kedamain di Bumi Palestina pak,,,..
amien……..
mie2nk’s last blog post..SEDANG UJIAN
iyo kang…
ngono neng alun alun magetan, iso isone malah parade bleyer bleyeran montor pit.. sampek mbrebeki kuping.. lan lali yen sesuk bar tanggal siji bengi iku, dewekne kudu mangan lan ngiseni bensin montore
atmo glendem’s last blog post..Ora iso ngomong babagan bajingan israel
Shalatullah Salamullah
nelson’s last blog post..SEPUPU BARU,LAHIR
Hmm … lagi sedih ya, pak ?? setidaknya shalawat bisa sedikit meringankan beban pikiran ya … semoga
Fenty’s last blog post..Bersyukur
mas ghofur (mase mas dzofar, wekekek… ), ayuh, kapan-kapan ziaroh nang Sunan Ampel, aku puwingin ngejak cah TPC, tapi jare enek sing beda pendapat.. nek sampeyan aku yakin gelem dijak ziaroh..
ayuh kapan??
*gak mekso sih*
sudah saatnya kita sebagai umat muslim bersatu padu dan tdk berpecah belah.. Allah Akbar
anggi’s last blog post..Kenangan Ika Kesuma
terima kasih sebuah pencerahan buat saya pribadi mas
sukses selalu
Gelandangan’s last blog post..Mengenal sosok Syekh Yusuf Part I
[...] Akhir: Tulisan ini merupakan kelanjutan dari tulisan sebelumnya yang emosional di mana sentimen agama bermain kental, sementara tulisan ini merupakan perimbangan [...]
Saya juga turut berduka atas keresahan Bpk Ghofur. Maafkanlah kami tidak bisa membantu dengan tangan telanjang, tapi do’a kami menyertaimu.
arqu3fiq’s last blog post..arqu3fiq yang NARSIS
Selalu saja saya harus menitikkan air mata..
di hari ke 19 ini, saudara-saudara kita di palestine yang menjadi korban mencapai 1000an orang meninggal…
Ya Allah.. berikan kekuatan kepada mereka.. amiin..
azaxs’s last blog post..STOP WAR!!
shalawat adalah “penyambung” umat. betapapun ringkihnya iman saya, saya tetap percaya pertemuan saya dengan sampean bukan kebetulan …
mari saudaraku perbanyaklah shalawat. jangan cuma sahwat
mantan kyai’s last blog post..Tuban Dalam Blog Hitam (2)
Kita memang seringkali beralih rupa menjadi makhluq yang dual psikis, yg mengalami kepribadian ganda.
Sangat mengharap sorga tapi kerap memilih jalan yg menuju neraka.
Bangun malam tahajjud susah tapi begadang nonton piala dunia mudah.
Duduk sepuluh menit dimajelis taklim terasa superlama, tapi duduk diwarnet seharian sangatlah betah.
Menuntun bibir berdzikir sulit sekali, tapi ngobrol diwarung kopi terasa lancar sekali.
Semoga posting cak gempur bisa menginspirasi hidup ini agar bisa back to basic.
Berbisnis dgn Allah memang menjanjikan. Untungnya besar sekali dan tak akan pernah terancam rugi.
Hanya sayang………sebagian besar kita dibayar dgn check mundur dan itu sering membuat kita lupa diri.
mudz069’s last blog post..Reposisi paradigma
Kita memang seringkali beralih rupa menjadi makhluq yang dual psikis, yg mengalami kepribadian ganda.
Sangat mengharap sorga tapi kerap memilih jalan yg menuju neraka.
Sangat mengharap makmur di akhirat namun sering mengambil jalan yg sesat.
Bangun malam tahajjud susah tapi begadang nonton piala dunia mudah.
Duduk sepuluh menit dimajelis taklim terasa superlama, tapi duduk diwarnet seharian sangatlah betah.
Menuntun bibir berdzikir sulit sekali, tapi ngobrol diwarung kopi terasa lancar sekali.
Semoga posting cak gempur bisa menginspirasi hidup ini agar bisa back to basic.
Berbisnis dgn Allah memang menjanjikan. Untungnya besar sekali dan tak akan pernah terancam rugi.
Hanya sayang………sebagian besar kita dibayar dgn check mundur dan itu sering membuat kita lupa diri.
mudz069’s last blog post..Reposisi paradigma
Salam Ya Salaam wal SALAAM.
ANAK ZAMAN’s last blog post..KHULDI “kerajaan cinta”