Saatnya Memiliki Industri Nasional
Saatnya Memiliki Industri Nasional sesuai Karakteristik Indonesia yang Agraris dan Maritim
Dari pada capek memikirkan sesuatu yang abstrak dan tak kunjung berhenti memenuhi kepala, mending saya mencari sesuatu yang lebih nyata. Sejujurnya, ini ungkapan kekesalan saya yang tak kunjung bangga menjadi bagian dari bangsa ini. Tapi, dengan jujur pula, ini ungkapan ekspresi cinta saya yang berlebih pada bangsa ini tanpa mampu melakukan sesuatu kecuali hanya menulis dan bersuara serta menyebarkan kegelisahan-kegelisahan saya kepada murid-murid saya di sekolah dan ke rekan bloger melalui blog ini.
—–
Kemajuan dalam banyak bidang di Indonesia dengan segala pencapaiannya ternyata dalam pandangan sempit saya tak mampu menjadi negara yang memiliki produk nasional yang bisa dibanggakan dan dimiliki sendiri, diolah sendiri, dikelola sendiri. Dan, menjadi industri yang layak mendapat tempat di kancah international.
Proyek besar ini sudah pernah dimiliki Indonesia melalui IPTN [Industri Pesawat Terbang Nurtanio] atau PTDI [PT. Dirgantara Indonesia] yang kini dirundung masalah tak henti-henti. Padahal ribuan ahli terbaik dari berbagai bidang keilmuan berkumpul di sana. Sayang, kalau kemudian harus terbelit masalah yang pelik hingga kini.
Angan atau khayalan saya mungkin terlalu muluk. Saya hanya berpikir dangkal, tanpa landasan teori yang ndakik-ndakik seperti para akademisi dengan sederet referensi di akhir penulisan, saya hanya membayangkan Indonesia memiliki beberapa industri nasional unggulan yang menjadi pilar ciri khas Indonesia. Industri nasional ini, anggap saja kecemburuan saya melihat malaysia dengan Protonnya atau mungkin sudah bukan kecemburuan lagi, tapi sepertinya sudah meningkat ke level kewajiban.
Bayangan saya, Indonesia merupakan negara agraris dan terutama maritim, tentunya membutuhkan perangkat infrastruktur yang super duper canggih agar menjadi yang terkemuka di dunia. Terkemuka dalam penghasil pangan sekaligus teknologi pengolahannya serta pelestariannya. Terkemuka dalam teknologi pertahanan maritim, pengelolaan sumber daya kelautan dan yang berkaitan dengan wilayah perairan.
PERTANIAN
Andaikata pertanian Indonesia ini di-support oleh teknologi yang dihasilkan dari industri dalam negeri, baik dari hulu, proses, hingga hilir dan dikelola dengan benar, bukan tidak mungkin ketahanan pangan akan mencapai titik paling stabil dalam sejarah, bahkan sangat dimungkinkan sebagai penghasil pangan dunia yang wajib dijaga bersama stabilitasnya oleh dunia internasional.
Misalnya, dari proses penggarapan sawah, Indonesia memiliki industri alat ringan hingga terberat untuk membantu petani dalam penggrapannya. Pembibitan, Indonesia memiliki industri penghasil bibit unggulan tebaik dunia yang di-support para akademisi dan ilmuwan pertanian. Kemudian, pada proses perawatan,Indonesia telah memiliki pabrik pupuk yang terjaga stabilitas produksinya, meski pada beberapa fase mengalami kelangkaan akibat dari sebab yang tak diketahui. Begitu seterusnya sampai dengan panen dan penyimpanan hingga distribusi.
Masing-masing proses ada industri yang siap men-support dunia pertanian. Jika persoalan yang muncul kemudian adalah biaya yang dikeluarkan terlalu mahal, maka bisa dipikirkan aternatifnya, misal, jika satu industri hanya untuk memenuhi alat ringan pertanian, sementara biaya dengan kuntungan irrasional, maka industri tersebut bisa melakukan diversifikasi usaha utnuk sektor lain agar tertutupi kerugiannya, asal dengan jaminan, bahwa tugas utamanya tetap terjaga, men-support pertanian. Selebihnya, kalkulasi ekonomi lebih baik saya serahkan pada ahli ekonomi. Namun, setidaknya ada proyek pemerintah yang harus mengagagas serius hajat hidup orang banyak tanpa menggantungkan dari negara lain dan tentunya merugikan rakyat.
Maritim [Perairan-Kelautan]
Tak bisa disangkal bahwa wilayah Indonesia sebagian besar adalah perairan, juga tak bisa disangkal bahwa maritim kurang mendapat perhatian yang serius dari pemerintah. Dari segi pertahanan, luasnya wilayah perairan Indonesia jelas membutuhkan penjagaan yang relatif lebih sulit dari pada daratan. Dibutuhkan teknologi yang mampu memantau setiap batas perairan Indonesia dari tangan asing. Membutuhkan peralatan yang lebih dari memadai untuk menjaga kedaulatan RI dari maling-maling yang tak bertanggung jawab.
Indonesia membutuhkan kapal-kapal canggih yang tentunya jika memiliki industri tersebut, tak perlu kesulitan untuk mempertahankan kedaulatan RI. Transportasi air pun tak perlu diwarnai kecelakaan yang merenggut ribuan penumpang akibat kapal yang tak layak pakai.
Di segi SDA kelautan, masyarakat pesisir tahu betul kekayaan alam lautnya, bagaimana memanfaatkan dan melestarikan, yang kesemuanya didukung teknologi yang serba canggih dengan harapan meningkatkan taraf hidup manusia juga ekosistem lingkungan terjaga. Jika demikian, bisa saya bayangkan, seluruh penjuru dunia akan belajar pada Indonesia bagaimana bertani dan melaut dengan benar tanpa merusak alamnya.
Pertanyaan saya, bagaimana mungkin sebuah negara bangsa akan menjadi bangsa yang besar jika ia mengingkari jati dirinya dengan menjelma menjadi bangsa lain, negara lain?
—–
Ah, kiranya waktu berkhayal saya harus segera diakhiri, jika ada kekuatan pikiran, akan disambung lagi
Artikel Terbanyak
If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.
Comments
Ah, tapi itu mungkin cuma hasil pengamatan saya terhadap realita di kampus saya aja kok. Mungkin di kampus lain jauh lebih baik. Mungkin masih ada harapan. ![]()
STR’s last blog post..UKSW GoBlog! atau Malas?
sejak dulu negeri kita dikenal sebagai negeri agraris dan maritim, tetapi justru industri kita di dua dunia itu menjadi lumpuh. petani pun banyak yang mengeluh karena hasil panen selalu jatuh akibat ulah para tengkulak yang angkuh. *halah* di bidang maritim pun kita selalu jauh tertinggal. hasil2 laut kita justru makin lama makin habis akibat salah urus. trumbu karang makin ancur akibat ulah manusia2 serakah yang sering bikin ulah. tapi saya yakin, suatu ketika apabila terjadi pergantian generasi, khayalan pak gempur pasti akan menjadi kenyataan.
Sesekali perlu berpandangan optimis dan visioner dalam memandang masa depan bangsa. *halah*
sawali tuhusetya’s last blog post..Memburu Cinta yang Hilang di Rimba Sastra
Yang saya rasakan, lingkungan saya para petani, kakek saya petani, dan beliau-beliau ini, sudah tidak berani lagi menanam beberapa komoditi, entah…karena harga… entah karena hal lain…
harga menjadi tidak bersahabat dgn mereka, harga pupuk dan bahan lain mahal, sementara apa harga produk pertanian mereka murah… entah, harus bagaimana…
Goop’s last blog post..Gerak
@STR: Justru perubahan paradigma itu yang bikin puyeng.. Gak perlu diubah paradigmanya mas! nanti juga bergeser dengan sendirinya kok, Prinsipnya sudah jelas2 seperti ini: “Mana yang menjanjikan kemakmuran, maka Jurusan itu yang akan dipilih dan diserbu”
So, perlu ada reformasi arah pembangunan bangsa ini yang menitikberatkan pada kedua sektor tersebut di atas, setelah itu beri imbal jasa yang bagus untuk kedua sektor itu dan jamin hidup mereka.. So, pasti jurusan yang berkaitan dengan dua bidang itu akan berkibar.. dan tentunya, bergumul dengan lumpur gak masalah asal imbalannya layak.. Selesai masalah…
@Sawali: Untuk itu, pak, sekarang kita lontarkan isu ini menjadi isu nasional *halah* agar terdengar sampe ke telinga para pemimpin dan juga generasi muda..
@Goop: itulah mas! petani merupakan kelas masyarakat yang paling sering terpinggirkan dan diabaikan.. mereka menjaga stabilitas perut dn kehidupan manusia, tapi nasib mereka semakin tak jelas…
paradigma ini jelas memang harus begitu. Cuma sepertinya negeri ini menjadi salah urus dengan pendekatan teknologi dan industri pabrik, rakitan saja.
iman brotoseno’s last blog post..Harta Soekarno
Merubah paradigma dengan jalan pendidikan sejak dini, jadi sejak kecil anak2 cita2nya gak hanya mao jadi dokter aja..
ridu’s last blog post..Template Baru
inilah salah satu efek negatip dari perkembangan tekhnologi dan kemajuan ilmu pengetahuan, efek yg tidak pernah dengan tuntas dibahas karena memang tidak pernah dipikirkan oleh pemerintah, kalaupun dipikirkan mungkin cuma sambil lalu saja tanpa tau kejelasannya apalagi kesimpulannya.
negara ini dari awal memang salah asuh, bagai anak yg terlahir dan akhirnya harus membunuh orantuanya sendiri. Birokrasi yg kompleks, amplop2 dibawah meja, kemorosotan moral yg mencapai taraf yg memprihatinkan. IPTN adalah proyek yg sebenarnya sangat2 bagus untuk negara ini, tetapi kenapa kok harus menanggung kerugian dan akhirnya harus merumahkan sebagian karyawannya? dan sampai skrg masing bermasalah? saya tidak tau persis apa yg terjadi didalamnya, tapi secara logika bilamana sebuah industri masih mendapatkan pesanan [bahkan ada yg inden], dan menjual dengan harga yg bagus [ada laba atau untung] pasti perusahaan itu akan dapat terus melangsungkan hidupnya. Kalo dengan kondisi di atas perusahaan itu harus gulung tikar berarti ada faktor2 lain diluar faktor2 di atas.
hal ini diperparah dengan kapitalisme yg ugal2an yg masuk ke indonesia bagai wabah penyakit ganas di segala bidang, sampai2 harus mengorbankan harga diri bangsa. Hak rakyat di atas Tanah ini digadaikan ke negara asing, exxon, freeport adalah salah satu contohnya.
Kita harus tetap optimis aja Pak Gempur, semoga suatu hari ada anak-anak bangsa yg bisa kembali membawa Indonesia menjadi bangsa indonesia yg mempunyai jati diri dan maju.
Si Pembuat Sticker’s last blog post..Teka-Teki Jadul Pun Bisa Membuat Anda Pusing
Saya mau buka PJTKI (Perusahaan Jasa Tukang Korup Indonesia) ah..Saya akan kirim koruptor2 kelas kakap yang cinta NKRI ke negeri2 kaya. Saya instruksikan pada mereka untuk mengeruk, mencoleng, menghisap kekayaan negara2 itu dan dibawa pulang ke Indonesia……
evan’s last blog post..Kritis terus, kapan…
setuju! mo maju perlu diperbanyak pelaku. kalo banyakan pemikir, hasilnya angan-angan selalu. serba ragu karena lebih suka debat ini dan itu. hidup petani! ![]()
Siti Jenang’s last blog post..Tuhan Menggabungkan Do’a?
@ALL: Maaf utk semua bahwa saya blm bisa membalas komentar krn msh dlm perjalanan ke bali lwt darat.. ada perlu mendadak..
gempur’s last blog post..Saatnya Memiliki Industri Nasional
“……Pertanyaan saya, bagaimana mungkin sebuah negara bangsa akan menjadi bangsa yang besar jika ia mengingkari jati dirinya dengan menjelma menjadi bangsa lain, negara lain?…….”
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
*bener mas gempur…..
enaknya nih, kita tulis pertanyaan mas gempur itu di “jidat”nya para para politikus…..
*
antarˆpulau’s last blog post..Kenaikan harga pakan ternak
Dulu indonesia dikenal sebagai negara swasembada, karena telah berhasil memproduksi banyak hasil pertanian khususnya padi, tapi kini apa? banyak hasil pertanian yang gagal dan semakin menurun hasil produksinya…
seharusnya pemerintah melakukan langkah konkret dan nyata yang dapat memperkuat identitas bangsa sebagai negara agraris dan maritim. Jangan hanya memikirkan pembangunan gedung tinggi, pembangunan jalan tol, dll.
Anas’s last blog post..Rumah Baru
mas, tolong link blogroll sampeyan, yang punyaku diganti http://jembelisme.com
Anas’s last blog post..Rumah Baru
ya emang kalo nulis spt ini guna kejayaan bangsa ini hanya sebagai motivator..
tindakan konkret dibarengi dengan sokongan semua pihak akan bisa membuat negeri ini bangkit dari tidur nya..
andi bagus’s last blog post..Indonesian Idle
Pemikirannya dahsyat.
Andai saja yang menjadi menteri pertanian or kelautan adalah sampeyan, Pak. *kagumm….
la mendol’s last blog post..TERIMA KASIH SEMUA
kayaknya kita perlu menanamkan ke anak cucu kita bahwa sebenarnya negeri kita itu sangat miskin, sehingga bisa memotivasi untuk lebih giat kek negara jepang yang emang miskin SDA nya tapi bisa maju…
nyambung gak ya hehe
agung’s last blog post..Gadis itu Bernama Zee
Indonesia adalah negara dengan lautnya yg luas. Masih Banyak potensi2 kelautan yg bisa digali. Harus tetap optimis bahwa suatu hari [ntah kapan] indonesia akan menjadi negara maritim yg kuat dan berpotensi.
Mbah Sangkil’s last blog post..Dengerin Dulu Sampe Habis
pak, klo sampeyan curhat masalah ini ke murid sampeyan gimana reaksinya?antusias, biasa aja, ato sambil lalu? mungkin dari situ bisa kita liat seperti apa generasi kita di masa depan.
tapi jangankan generasi depan pak. generasi sekarangpun mintanya enak2. bayangkan pak presiden kita mengadakan konfrensi infrastruktur awal taon lalu hanya untuk menggaet investor2 asing untuk mengeruk bumi kita. trus kita kebagian apa? berapa orang sih anak bangsa yang disekolahkan di luar negri. habibie saja sekarang menetap di luar negeri karena mereka tau di negara kita ini mereka gak dihargai.
dan perkataan bapak bisa jadi benar klo kita ini bangsa yang mengingkari jati dirinya. jangankan untuk industri pak. untuk gaya hidup saja kita masih berkiblat negara laen. sekarang sodorkan nasi pecel sama pizza ke generasi muda kita, berapa yang memilih nasi pecel.
sori klo commentnya nglantur pak… .
magma’s last blog post..copeettt….!!!!
KIta udah punya PT PAL…entah kabarnya sekarang bagaimana? Pertanian…untuk menjaga agar harga tak terlalu berfluktuasi yang merugikan petani, kita punya Bulog…..hasilnya???
Yang jelas, membuat strategi perbaikan harus komprehensip dan jangka panjang, yang walau presidennya ganti tetap harus ada kontinuitas. Mengapa? Produk pertanian adalah perishable, mudah rusak, jadi perlu pengelolaan pasca panen. Produk pertanian juga sangat tergantung cuaca…jika produktivitas stinggi, karena pupuk, jangka panjang dapat menyebabkan unsur hara terkuras….
edratna’s last blog post..Indahnya sebuah persahabatan
sebelum diperpanjang, mungkin pertanyaan yang tepat untuk dilontarkan menurut saya adalah: Apa yang membuat semua ini bisa terjadi, kemiskinan, korupsi, disiplin atau apa?
Setelah menemukannya, nah saatnya kita menemukan jalan yang terbaik, memang negeri ini sudah tercemat dengan kemiskinan, korupsi dan tidak disiplin, semua ini bermunculan karena kurangnya disiplin dan pemahaman dari beberapa hal dalam hidup.
SAatnya berubah, tapi kapan? Merubah diri sendiri aja dulu. Setelah itu mari kita lawan lingkungan sekitar dan merubahnya
Saya masih yakin bahwa bangsa ini masih dapat bangkit… Dan, saya juga masih yakin bahwa masih banyak elemen bangsa ini yang punya harga diri dan keinginan untuk membawa bangsanya menjadi bangsa yang terkemuka… SEMANGAT, Pak!!!
suandana’s last blog post..lagu-lagu…
wah ini sebenarnya termasuk tugas saya *halah* yang berkecimpung di dunia industri
pemerintah telah menetapkan industri prioritas yaitu industri agro yg harus dikembangkan menjadi industri hulu untuk meningkatkan nilai tambah, Produktivitas, Efisiensi, dan Pendalaman Struktur *apa kuwi*
ya mungkin lain kali saya harus posting tg masalah industri ini sebagai sumbangsih saya *halah* bagi bangsa tercinta yg begitu saya cintai namun juga saya tangisi
siapa lagi kalo bukan kita2 ini yang memikirkan nasib bangsa
biar kita semua bangga menjadi bangsa indonesah
tomy’s last blog post..BEST I EVER HAD
*Pertanyaan saya, bagaimana mungkin sebuah negara bangsa akan menjadi bangsa yang besar jika ia mengingkari jati dirinya dengan menjelma menjadi bangsa lain, negara lain?*
kegelisan yang sama, teringat ujar-ujar mbah buyut “ela elo wong jawa kari separo, cina landa kari sajodho” kita telah lama kehilangan jati diri kita sebagai bangsa
teringat juga saat dulu ada program ‘membangun manusia Indonesia seutuhnya’ yang gagal total jangankan membangun manusia kita malah tak tahu apa itu ‘manusia ‘
tomy’s last blog post..BEST I EVER HAD
sama seperti yg pernah saya diskusikan sama musisi mbeling, bangsa ini seperti terjebak dalam pasir hisap yg namanya kapitalisme. semakin kita bergerak, semakin kita jauh tenggelam dan akhirnya mati. bagaimana supaya gak mati? ya diem aja jgn bergerak [walau akhirnya pelan2 juga kita mati].
Tapi sebagai anak bangsa kita harus tetap optimis, walau cuma sebuah doa yg terucap, paling tidak kita ikut memikirkan negara ini. Semoga suatu hari ada orang yg akan membawa tali sehingga bisa menarik kita dari lumpur hisap tersebut, Amiiinn.
Mbah Sangkil’s last blog post..Rumah celeb
Halah..halah….Melambung tinggi angan-angan dan Impian…
Tapi…SYUKUR…jika Kang Gempur masih ikut MEMIKIRKAN Bangsa dan Negeri Nuswantoro ini. Gak sadarkah Kang panjenengan klu apa yg sampeyan geluti sekarang ini merupakan bagian dari pada perwujudan ” Hamemayu hayuning Bawono “, cuman jalannya saja yg berbeda Kang.
Klu panjenengan sekarang dah di dapuk sebagai :
” GURU PITUDUH ” yah tugasnya memang memberikan bekal ILMU PENGERTEN kepada poro anak didik generasi penerus untuk Mendarma Bhaktikan buah PIKIRANNYA kelak buat Bangsa dan Negeri ini. Nah..lagi-lagi yang ditekankan adalah masalah RASA ( Roso Pangroso ) dari seorang Kang Gempur apakah semuanya sudah LINAMBARAN kang aran IKHLAS, PASRAH lan RIDHLO…??.
Jika Ilmu PITUDUH yang Kang Gempur berikan kepada Anak didik berlandaskan 3 hal tadi, Mungguh Kanjeng Gusti Ngijabahi Kang….amin.
Halah..halah….ngeloyor golek Becak nang Oro-oro dowo golek Bebek Goreng ah….
Santri Gundhul’s last blog post..NIAT versi ARAB… VS… NIYAT versi LOKAL
ada kesalahan penulisan di komen saya yang sangat mengganggu
*yaitu industri agro yg harus dikembangkan menjadi industri hulu*
seharusnya jadi ‘industri hilir’
wah isin aku mlayu mumpet ah
tomy’s last blog post..BEST I EVER HAD
mas negara kita nih kaya akan sumber daya lautnya namun yang kita lihat laut kita belum dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin. hampir wilayah Indonesia 2/3nya berupa lautan justru masih perawan tanpa pemanfaatan. jepang saja yang luas negaranya jauh dari Indonesia dan memiliki karakteristik yang hampir sama ( banyak lautnya ) justru sangat maju di bidang kelautannya. Di kampusku aja jurusan perkapalan sangat kurang diminati mahasiswa. banyak yang lebih suka dengan jurusan yang lagi populer seperti Industri dan lain-lain ( termasuk TI ). kalau boleh saya bilang sebenarnya jika dilihat dari segi finansial justru uang banyak berputar diwilayah pelabuhan dan sekitarnya tapi kenapa ya banyak orang mengalihkan pandangannya dari dunia kelautan.
sungguh saya masih heran semestinya jika bangsa ini ingin maju maka kuncinya ada di bidang kelautan ( bukannya saya narsis dengan jurusan kuliahku lho ). Dengan dimanfaatkannya laut secara maksimal maka
1. kedaulatan bangsa ini akan terjaga dengan dijaganya batas wilayah teritorial Indonesia
2. masyarakat kita dapat memenuhi gizi pangan dengan hasil laut yang melimpah.
3. dan lain-lain……………..
[…] komprehensif dengan mengupas permasalahan petani dari berbagai sudut pandang. Tema masih seperti artikel sebelumnya, “Saatnya Memiliki Industri Nasional sesuai Karakteristik Indonesia yang Agraris”. […]
Agaknya, saia bisa memulai industrialisasi seperti yang pak guru sebutkan diatas.
Semuanya bisa.
-Pertanian
mungkin, mulai besok saia bisa nanem ‘kacang ijo’ ato duit, maklum, rumah saia ada di kompleks perumahan naturalis yang kaya akan sumber daya alamiah.
(Baca: Cedek sawah!)
-Maritm
Memancing boleh jadi kegiatan asyik, apalagi disebelah rumah terdapat perairan yang kaya akan budidaya perikanan dan biota air lainnya
(Baca: Kali)
sambil memancing ‘kuthuk’ kemudian dijuwal..mungkin saia bisa sekalian sosialisasi ke masyarakat supaya ‘ndak kemproh’ dengan buang sampah di tempatnya. Karena kali tadi ternyata bisa menghasilkan ‘duit’. Jadi harus dijaga
tul ndak..
Mohon dukungannya….
;))
shei’s last blog post..Met Tahun BAru 2008!
ayo, pulang ke desa setelah lulus kuliah kalo berani!!!
di desa sana puluhan hektar tanah nganggur karena tidak ada yang mengerjakan. ditinggal kerja di kota atau ke luar negeri jadi TKI
gak usah menunggu generasi muda. tapi kita sendiri harus bergerak!
det’s last blog post..Hati-hati mengaktifkan NSP 1212 Telkomsel
@Det: waduh, langsung frontal begini ajakannya.. sip! yuk kembali ke desa yuk! Kalo saya, karena lahir dan besar di Surabaya mo mudik kembali ke desa, desanya dah amblas.. sudah jadi kota mas! hahahahahaha
gempur’s last blog post..Belajar Memikirkan Petani: Sekadar Membantu Ide















Pak, untuk ke sana, yang pertama kali harus dilakukan adalah perubahan paradigma generasi muda terlebih dahulu. Ini menurut saya.
Coba Pak Gempur tanya anak-anak muda jaman sekarang. Apa mereka mau ngubek-ngubek pertanian? Apa mereka mau ngubek-ngubek kemaritiman? Apa mereka mau turun ke lapangan melakukan pendampingan? Sedikit itu yang mau. Kebanyakan pada gengsi, Pak!
Pikiran anak-anak muda sekarang itu mau yang serba gampang dan praktis, kalo bisa instan sekalian. Kalo mau belajar, ya tinggal belajar. Kalo mau kerja, ya tinggal kerja. Kalo mau makan, ya tinggal makan. Semuanya ngekor!!
Parahnya, pikiran-pikiran mereka picik pula! Sebagian besar pada berpandangan (nggaya tur kemaki) bahwa kerjaan yang mentereng (bin mulia) jaman sekarang itu adalah kerja kantoran, di kota, bukan di desa, jauh dari alam, apalagi lumpur dan tanah, macam pertanian. Orientasi yang ada di pikiran anak-anak muda sekarang itu udah TERLAMPAU MODERN, sampai-sampai ngayal tur nglindur!
Inilah hasil dari sistem pendidikan di Indonesia yang sarat teori, tapi nol di praktek! Orang-orang cuma bisa hidup di pikirannya masing-masing, tanpa bisa mengaktualisasikan ide-idenya, karena tidak biasa terbentur dengan realita.
STR [untuk update]’s last blog post..UKSW GoBlog! atau Malas?