Situ Gintung: Environmental Tragedy

Tanggul Situ Gintung

Tanggul Situ Gintung

The bad news heard in the ear again. News came from Situ Gintung which is located in the edge of Capital Jakarta. Once again, the tragedy happen while this country is conducting the election.

Is this a sign to our politician who do not care about environment? Or is this a sign that all of us did the destruction for long time? I’ve no idea all about this.

For me, this is a sign for us who cares about this country. What is goin on?

–oO( OOO )Oo–

Carut marutnya pembangunan ibukota Jakarta bagi saya adalah bagian dari penyebab tragedi jebolnya Tanggul Situ Gintung. Kenapa Ibukota? Padahal Situ Gintung tidak masuk wilayah DKI secara geografis.

Tak bisa dipungkiri bahwa pengembangan wilayah permukiman di DKI sedemikian pesat sehingga mau tak mau pengembangannya bergerak ke arah pinggiran Jakarta. Sayangnya, pengembangan permukiman seringkali melalaikan pertimbangan lingkungan. Studi AMDAL yang menjadi salah satu syarat dalam mendirikan bangunan, baik itu untuk industri maupun permukiman, sepertinya hanya sekadar studi “abal-abal” demi target pembangunan. Dampak lingkungan akibat dari pendirian sebuah bangunan jarang terpikirkan secara serius karena semua bisa ‘terbeli’ dengan mudah, apalagi dampak sosial yang jelas mungkin akan terpikir belakangan setelah terjadi musibah.

Belum lagi rancangan tata pengembangan kota/daerah, khususnya dalam hal ini Pemerintah Daerah Tangerang, yang ternyata sudah banyak menghabiskan dana miliaran rupiah untuk perbaikan Tanggul Situ Gintung. Akan tetapi, hasil di lapangan ternyata tidak menunjukkan hasil yang sepadan dengan dana yang dikeluarkan. Sungguh luar biasa Indonesia dalam urusan proyek.

Tragedi Situ Gintung adalah kesalahan kita semua yang tidak mampu mengelola lingkungan dengan baik. Saling menyalahkan satu sama lain setelah terjadinya bencana. Dalam hal ini, saya juga menyatakan bersalah atas tragedi yang terjadi. Meski jauh di luar lingkaran jangkauan tanggung jawab saya, diam saya, ketidakmautahuan kita atas semua yang terjadi di sekeliling kita merupakan dosa jamaah yang kita tanggung bersama.

Dengan ini pula saya meminta maaf atas diam dan ketidakmautahuan saya. Ungkapan bela sungkawa yang mendalam kepada seluruh korban jeboolnya tanggul Situ Gintung. Mudah-mudahan Anda semua yang selamat diberi ketabahan. Bagi korban meninggal, mudah-mudahan arwahnya mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.

Bagi pemerintah daerah dan pemerintah pusat, semoga Anda semua segera bertindak cepat menanggulangi bencana lingkungan ini. Rehabilitasi dan restrukturisasi dengan dana bersih dan proses yang bersih pula yang bisa menguatkan rehab bangunan tanggul Situ Gintung. Selama mentalitas ‘proyek’ dari berbagai pihak yang terlibat masih bercokol, jangan harap bisa aman dan nyaman. Bencana susulan pasti akan datang. Jangan lupa untuk mempertimbangkan aspek lingkungan. Meskipun anda semua ahlinya, akan tetapi tidak jarang memanipulasinya. Untuk itu saya mengingatkan Anda semua untuk tidak memanipulasi ratusan hingga ribuan nyawa hanya sekadar untuk kesuksesan anda yang sementara.

Saya hanya bisa bicara menggunakan keyboard saya. Selebihnya tidak ada. Untuk itu maafkan saya jika jemari saya yang menari di atas keyboard ini melukai perasaan Anda semua. Dengan ini pula saya tegaskan, saya tidak ingin menjadi pemimpin besar apalagi pemimpi besar yang haus kekuasaan. Saya hanya mengambil sedikit saja porsi saya dari hidup pendek saya dan saya mengambil sesu

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Wists
  • StumbleUpon
  • Facebook
  • Webride
  • YahooMyWeb
  • Google Bookmarks
  • Live
  • MySpace
  • Technorati
  • Twitter

The Most Article:

21 Comments

(Required)
(Required, will not be published)
CommentLuv Enabled