Tentang Birunya Hidup

Jika saja bisa kuubah kelabu di bulan penghujan
Niscaya akan kuubah ia secerah dhuha

Entah, beberapa hari ini serasa terpenjara, bagaimana tidak? Istri dan anak berbarengan sakit, panas demam yang sama-sama mengkhawatirkan. Hampir seminggu tidak keluar rumah, keluar rumah hanya untuk mencari makan dan pergi ke dokter. Hidup begitu monoton, jika memang tidak boleh dikatakan sebagai hal yang memprihatinkan. Tapi, bukan itu yang aya ingin katakan pada tulisan kali ini.

Bahwa setiap orang memiliki pengalaman hidupnya masing-masing dan mencoba memaknainya sendiri untuk diambil hikmahnya. Begitupun saya, kali ini saya akan mengingat kembali beberapa kejadian yang terjadi pada bulan ini di kehidupan saya yang dulu.

(more…)

The Election: Choose Revolution, Evolution or Acceleration

Logo Pemilu

Logo Pemilu

Pemilu sudah tinggal menghitung hari, musim kampanye segera akan berlangusng di mana hiruk pikuk jalanan akan terasa semakin kental setiap hari. Akan tetapi, sampai sekarang saya masih tidak tau berapa jumlah partai yang mengikuti pemilu dan berapa ratus caleg yang akan terpampang pada kertas suara nantinya, belum lagi bagaimana mekanisme pencoblosan.

Jujur saja saya tidak tahu, atau mungkin barangkali saya tidak mau tahu atau mungkin karena kebingungan saya akan demokrasi yang tengah berlangsung di negeri ini. Pertanyaan berikutnya, apa saja yang mesti saya lakukan untuk mengkalkulasi untung dan rugi demi hanya memilih satu partai, satu caleg dan mungkin satu presiden. Toh, tak berdampak apa pun pada kehidupan saya sehari-hari.

Dua pemilu sudah saya lalui setelah era reformasi, tetap saja bahkan mungkin lebih parah keadaannnya. Kehidupan rakyat yang masih jungkir balik diombang-ambingkan kebijakan yang tumpang tindih. Kelaparan masih sering menghinggapi perut banyak rakyat terutama yang berada di pinggiran dan pedalaman. Infrastruktur yang masih porak poranda. Kebijakan ekonomi yang selalu saja berpihak pada konglomerasi dan tidak menyentuh sektor riil.

(more…)

Semangat Ramadhan Semangat Silaturrahim [3]

Masih tentang silaturrahim yang memang menjadi virus yang mewabah seantero dunia pada bulan ramadhan yang penuh berkah ini. Kali ini saya akan menceritakan tentang murid saya yang tergabung dalam satu komunitas dengan nama persetan. Nama yang seram dan jauh dari kesan ketika berjumpa dengan para anggotanya.

Komunitas ini sebenarnya berangkat dari perkawanan antar teman sekelas pada saat mereka duduk di bangku kelas 10. Hingga pada saaat tulisan ini diterbitkan, komunitas ini telah berusia 3 tahun. Kerekatan mereka selama 1 tahun di kelas 10 tampaknya begitu membekas sehingga sulit bagi mereka untuk saling melupakan begitu saja.

Terbukti, selama kurun 2 tahun, mereka selalu membuat acara buka bersama sebagai agenda rutin meski mereka telah berpencar di kelas yang berbeda jurusan, malah ada yang sudah pindah sekolah 1 orang dan tinggal kelas 1 orang. Soliditas mereka tampak pada saat acara buka bersama yang kebetulan dalam 2 tahun berturut-turut saya mendampingi mereka bersama 1 orang guru lagi.

(more…)

Semangat Ramadhan Semangat Silaturrahim

Hari ini kebetulan saya buka email yang biasanya 2-4 hari sekali saya buka dan ada email yang kutipannya sebagai berikut:

…………….

saya punya keinginan untuk mengumpulkan blogger2 jember jadi satu seperti TPC, dan itu sudah saya mulai dengan membuat blog rintisan bloggerjember.wordpress.com , tapi seperti biasa, kesibukan saya lagi2 menghalangi keinginan saya untuk lebih intens menanganinya.
Bahkan blog saya sendiri saja sering JABLAI :)
Mohon saran pendapat pakde

…………..

(more…)