nJajal Edubuntu dan Ubuntu

ubuntuMeski bukan ahli dalam hal per-Linux-an, liburan kemarin merupakan hari bersejarah bagi saya, di mana saya uji coba menanamkan Ubuntu 7.04 Festy Fawn ke dalam server dan Edubuntu 6.10 ke workstation dan hasilnya….. taraaaammm…. berjalan sukses dan tanpa kendala. Belajar banyak dari pengalaman mas Hair dan Pak Sawali agar tak kehilangan data.
(more…)

Peduli Setan!!!

Saya tak butuh demokrasi

Saya tak butuh monarki

Saya tak butuh otokrasi atau yang lainnya

Yang saya butuhkan,

bisa makan kenyang tak kelaparan. Bisa senggama tanpa masalah. Bisa sembahyang tanpa todongan dan senapan dikokang. Bisa bicara tanpa takut dibungkam. Bisa bangga berdiri di atas kaki sendiri.

Peduli setan dengan demokrasi, monarki, otokrasi, aristokrasi atau apapun bentuknya, kalo saya kelaparan, saya dimandulkan, saya diteror, saya diintimidasi, saya dikangkangi.

Percayalah, saya bukan tipe manusia sewenang-wenang yang mudah merampas hak orang lain demi hak saya…

Saya hanya ingin hidup wajar dalam damai…

Berkabung + Kangen: Irrasional Desire

I have been blind, unwilling to see
The true love you’re giving.
I have ignored every blessing.
I’m on my knees confessing

That I feel myself surrender
Each time I see your face.
I am staggered by your beauty,
Your unassuming grace.
And I feel my heart is turning,
Falling into place.
I can’t hide
Now hear my confession.

I have been wrong about you.
Thought I was strong without you.
For so long nothing could move me.
For so long nothing could change me.
Now I feel myself surrender
Each time I see your face.
I am captured by your beauty,
Your unassuming grace.
And I feel my heart is turning,
Falling into place.
I can’t hide
Now hear my confession.

(more…)

Berkabung

Sore ini aku berkabung untukmu saudaraku, perempuan dalam berita sore yang mati kelaparan di belahan terpencil makasar.

Saudaraku, entah apa yang menimpamu hingga kau tak makan tiga hari di tengah kehamilanmu yang menua. Sementara bayi kecilmu lainnya sekarat. Kata medis kalian menderita gizi buruk, tapi aku katakan kalian kelaparan!

Saudaraku, aku minta maaf jika diamku, keacuhanku, ketakmautahuanku, ketakpedulianku membuatmu terkulai lemas menyongsong ajal.

Saudaraku, sungguh, kematianmu yang mengenaskan, menjadikanku muak tak terkatakan pada mereka yang seharusnya mampu menyelamatkanmu dari lilitan lapar. Amarah dan kebencianku memuncak sampai di ubun-ubun pada mereka yang seharusnya berkewajiban membuatmu kenyang namun justru menimbunnya untuk perut mereka yang sejatinya tak akan pernah terhenti sampai jutaan perempuan dan bayi seperti kalian terkulai lemas tanpa tenaga dan akhirnya tanpa nafas.

Saudaraku, derai air mataku di sajadah yang basah di penghujung senja, tak akan pernah mampu menggagalkan maut yang telah menjemputmu. Aku sadar saudaraku, tangisku hanya sesaat yang setelah itu berganti gelak tawa dan canda dan kembali dalam keacuhan.

Saudaraku, maafkan aku, hanya untai kata yang bisa kutuliskan. Juga sebaris doa agar engkau menjadi syahidah.

Kuharap, Umar bin Khaththab mendatangimu di alam sana, memanggul sekarung beras dan mengetuk pintumu, mengenyangkan kelaparanmu.

–ooOoo–

Dan…

Biarkan sejenak aku tenggelam dalam duka…

Menggunungkan kebencian dan amarah…

Pada penguasa durjana yang tak mau mengenyangkan perut rakyatnya…

–ooOoo–