Stop Kelaparan dan Gizi Buruk

format png format png format jpg

Kode gambar 1

<a href=”http://aghofur.com/stop-kelaparan-dan-gizi-buruk.html” title=”Anti kelaparan dan gizi buruk”><img src=”http://img72.imageshack.us/img72/5387/hungerbannerjt1.png/”></img></a>

Kode gambar 2

<a href=”http://aghofur.com/stop-kelaparan-dan-gizi-buruk.html” title=”Anti kelaparan dan gizi buruk”><img src=”http://img366.imageshack.us/img366/5872/hungerbannerhuge2pk9.png/”></img></a>

Kode gambar 3

<a href=”http://aghofur.com/stop-kelaparan-dan-gizi-buruk.html” title=”Anti kelaparan dan gizi buruk”><img src=”http://img360.imageshack.us/img360/2749/hungerbannerhuge1bz7.jpg/”></img></a>

–ooOoo–

Agaknya bangsa ini sudah mulai sangat keterlaluan dan kelewatan. Negara semakmur ini masih menyimpan kelaparan berujung kematian. Bermula dari meninggalnya seorang ibu yang tengah hamil tua dan disusul anaknya, menjadikan media massa ramai memberitakan kasus-kasus kelaparan dan gizi buruk di berbagai daerah.

Ironisnya, bapak presiden kita yang terhormat malah mencanangkan tahun ini sebagai tahun politik yang panas. Tahun depan mendidih yang mungkin juga meledak. Kegeraman ini memicu adrenalin untuk segera bertindak meski itu kecil. Peduli amat orang berkata NATO (No Action Talk Only), karena berdasarkan kyai saya, berbicara juga bagian dari bertindak.

–ooOoo–

Sore ini, kebetulan jendela YM aktif dan tiba-tiba muncul alert, pak Sawali online. Segera saja kusambar kesempatan ini untuk diskusi sejenak. Tak lama ide conference muncul dari pak sawali untuk mengajak mas goop dan mas khuclukz membicarakan topik ini. Tanpa panjang lebar, meminta mas goop untuk membuat banner, mas goop menyatakan diri tak ahli dalam bidang itu. Dia menawarkannya pada mas goen, syukurnya dia mau dan mampu. Gayung bersambut. “Tuhan meridhoi”, dalam hati saya berkata.

Tak begitu lama, mas STR nongkrong pula. Semakin intens diskusinya, terlebih mas STR memberi link ini dan mas goop memberi link ini. Berharap para rekan bloger mau ikut berbagi space memasang banner kampanye anti kelaparan dan gizi buruk. Lama menunggu mas goen mengerjakan banner akhirnya kelar juga bannernya. Terima kasih mas goen, semoga kampanye ini ada manfaatnya.

–ooOoo–

Kepada rekan-rekan, kawan-kawan, teman-teman bloger yang turut berpartisipasi dalam “Kampanye 2008: Tahun Anti Kelaparan dan Gizi Buruk” bisa melakukan satu atau lebih tindakan di bawah ini:

  1. bersedia dengan ikhlas memasang banner di sidebar blognya masing-masing
  2. bersedia membuat tulisan terkait tema di atas
  3. bersedia membuat pers release tentang tema di atas di blognya masing-masing
  4. bersedia membantu kampanye ini ke teman-teman dan kawan bloger lainnya

Selamat berkampanye dan selamat bertindak!

Berkabung

Sore ini aku berkabung untukmu saudaraku, perempuan dalam berita sore yang mati kelaparan di belahan terpencil makasar.

Saudaraku, entah apa yang menimpamu hingga kau tak makan tiga hari di tengah kehamilanmu yang menua. Sementara bayi kecilmu lainnya sekarat. Kata medis kalian menderita gizi buruk, tapi aku katakan kalian kelaparan!

Saudaraku, aku minta maaf jika diamku, keacuhanku, ketakmautahuanku, ketakpedulianku membuatmu terkulai lemas menyongsong ajal.

Saudaraku, sungguh, kematianmu yang mengenaskan, menjadikanku muak tak terkatakan pada mereka yang seharusnya mampu menyelamatkanmu dari lilitan lapar. Amarah dan kebencianku memuncak sampai di ubun-ubun pada mereka yang seharusnya berkewajiban membuatmu kenyang namun justru menimbunnya untuk perut mereka yang sejatinya tak akan pernah terhenti sampai jutaan perempuan dan bayi seperti kalian terkulai lemas tanpa tenaga dan akhirnya tanpa nafas.

Saudaraku, derai air mataku di sajadah yang basah di penghujung senja, tak akan pernah mampu menggagalkan maut yang telah menjemputmu. Aku sadar saudaraku, tangisku hanya sesaat yang setelah itu berganti gelak tawa dan canda dan kembali dalam keacuhan.

Saudaraku, maafkan aku, hanya untai kata yang bisa kutuliskan. Juga sebaris doa agar engkau menjadi syahidah.

Kuharap, Umar bin Khaththab mendatangimu di alam sana, memanggul sekarung beras dan mengetuk pintumu, mengenyangkan kelaparanmu.

–ooOoo–

Dan…

Biarkan sejenak aku tenggelam dalam duka…

Menggunungkan kebencian dan amarah…

Pada penguasa durjana yang tak mau mengenyangkan perut rakyatnya…

–ooOoo–