Permasalahan yang Menghadang Dunia Petani dan Pertanian

Tulisan sebelumnya baik dari ide awal sampai pada dilontarkannya ide untuk pembahasan bersama isu petani dan pertanian, ternyata mengundang banyak perhatian para bloger terlebih saat bang JSOP memberikan kontribusinya dalam sebuah artikel pendek. Jujur harus diakui bahwa kapasitas bang JSOP mejadikan traffic ke blog saya meningkat tajam. Hingga beberapa hari ada trouble di database saya

—***—

Ruwetnya kompleksitas masalah yang mengelilingi petani dan pertanian yang menjadikannya sulit bergerak. Sebenarnya, saya sendiri sangat bingung dengan kompleksitas masalahnya, hendak mencari dengan metode deduktif atau induktif dalam perumusan masalahnya. Satu sama lain saling terkait dan susah hendak mengurainya, kalau dianalogikan seperti pertanyaan “Lebih dulu mana, antara ayam dan telur?”


Sepintas, permasalahan petani dapat diklasifikasikan dalam 4 bagian besar, permasalahan suprastruktur, infrastruktur dan sosial serta alam yang dalam hal ini berkaitan dengan iklim. Keempat permasalahan tersebut saling terkait satu sama lain yang tidak dapat dipisahkan dalam mencari solusinya.

(more…)

Dampak Negatif Nge-Blog

Posting ini hanya curhatan pribadi. Refleksi kagetan setelah celetukan salah seorang teman guru pada saat pelatihan yang tak memberi ruang bagi saya untuk merokok. ;-)

Dia hanya bilang: “Dampak negatif nge-blog! Rokokmu tambah nglepus koyok sepur! [baca: kamu merokok seperti kereta api]“. Terus terang saya tersentak kaget. Kaget saya bukan karena saya perokok yang memang saya sadari dari dulu, tapi kata-katanya itu loh yang membuat saya kaget. Nge-blog berdampak negatif????! Aktifitas merokok saya semakin menjadi-jadi…. Dan setelah saya evaluasi ulang, ternyata celetuk teman saya itu benar adanya. Rokok saya semakin cepat mengepul manakala sudah enjoy blogging.

Ah, rasanya, tak pantas menyalahkan blogging karena rokok saya semakin banyak menghasilkan asap memenuhi ruangan saya… Maafkan saya blog! karena dirimu menjadi kambing hitam dari lemahnya diriku!

Political Will untuk Petani?

Artikel ini ditulis oleh Bang JSOP dan dikirimkan Kepada saya [baca: mbah sangkil] yang diletakkan di bagian komentar di artikel saya di sini. Karena pandangan seorang JSOP bagi saya cukup penting dan sangat penting bagi saya, maka tak pantas saya biarkan dia di bagian komentar, untuk itu saya jadikan artikel tersendiri yang sungguh bagi saya layak mendapatkan apresiasi yang lebih. Kepada Bang JSOP, matur nuwun sanget, juga mbah sangkil yang melalui perantaranya, bang JSOP mau singgah di blog saya.

—*****—

Pertahanan hidup paling mendasar adalah masalah memenuhi kebutuhan isi perut . Secara kebetulan wilayah kita amat sangat bersahabat dengan terpenuhinya kondisi tersebut . Namun begitulah sifat manusia yang selalu merasa tak pernah ‘cukup’ , bahkan lebih di-perparah lagi situasinya oleh pengelola negerinya sendiri .

(more…)

Belajar Memikirkan Petani: Sekadar Membantu Ide

Tekhnologi [tidak] Tepat Guna

Gambar disumbang oleh Mbah Sangkil

Kegelisahan ini masih terus berlanjut, saya bukan petani, saya bukan orang yang terbiasa dengan lumpur bahkan saya merasa sangat aneh berada di tengah sawah. Itulah saya yang terbiasa di kota dengan perangkat digital. Akan tetapi, perut saya sangat dekat dengan petani, dengan sawah, dengan lumpur. Setiap butir nasi yang saya makan, usus di perut saya berdzikir syukur untuk mereka yang telah menjaga keberlangsungan hidupnya.

Mungkin ini yang akan saya jadikan bahan diskusi dengan teman-teman bloger yang bersedia ikut urun rembug dengan saya memikirkan petani. Meski, bukan berarti menafikan mereka yang tak urun rembug, saya masih yakin bahwa mereka para bloger sangat concern dengan kebutuhan perut mereka yang juga pasti concern dengan nasib petani.

(more…)