PSB Online 2009 Kota Surabaya Jenjang Reguler Sukses

Web PSB Online Surabaya 2009

Web PSB Online Surabaya 2009

Setelah berlangsung selama 4 hari, akhirnya proses PSB Online 2009 yang diprediksi akan mengalami kekacauan berhasil dengan SUKSES BESAR. Problem yang dikhawatirkan akan muncul seperti kekacauan database, lambatnya akses data, susahnya input data menjadi kekhawatiran banyak orang.

Berdasarkan pemantauan saya dan tim, masyarakat pendaftar dan pengakses Situs PSB Online 2009 bisa dikatakan terdidik dan cerdas. Belajar dari pengalaman sebelumnya, jenjang RSBI, para pendaftar jenjang reguler lebih memilih melakukan pendaftaran pada dini hari, terbukti pada hari pertama pukul 06.00-100.00 saja database sudah banyak terisi. Pemilihan jam pendaftaran pada dini hari jelas memiliki keuntungan tersendiri dengan cepatnya akses dan menghindari kemacetan yang ditimbulkan dari traffic yang tinggi.

(more…)

PSB Online 2009 Kota Surabaya: Prediksi [2]

Web PSB Online Surabaya 2009

Web PSB Online Surabaya 2009

Melanjutkan tulisan sebelumnya, PSB Online 2009 Kota Surabaya memasuki tahap berikutnya dalam implementasi yang tampaknya benar-benar unpredictable (tak terprediksi) untuk urusan murni teknis. Kekacauan yang muncul pada pelaksanaan seleksi siswa untuk jenjang RSBI yang berbuntut pada kembalinya PSB Online ke cara lama [pengisian formulir] dan entri data oleh panitia menjadikan masyarakat bingung dan meragukan keberhasilan PSB Online untuk jenjang reguler.

KEKACAUAN PSB ONLINE RSBI

Kekacauan yang ditimbulkan proses seleksi RSBI berdampak pada mundurnya jadwal dan pemendekan waktu pendaftaran pelaksanaan PSB reguler yang semula dijadwalkan berlangsung 29 Juni hingga 4 Juli menjadi 1-4 Juli 2009. Jadwal baru ini merupakan penyesuaian terhadap jadwal RSBI yang hari pengumuman diundur tanggal 30 Juni 2009.

(more…)

PSB Online 2009 Kota Surabaya: Prediksi [1]

Web PSB Online Surabaya 2009

Web PSB Online Surabaya 2009

PSB online 2009 Kota Surabaya sudah mulai digelar hari ini untuk sekolah kategori RSBI, sementara jenjang regular akan dibuka mulai 29 Juni 2009. Rata-rata hasil ujian nasional untuk masuk jenjang SMA dan hasil UASBN untuk masuk jenjang SMP tahun 2009 ini relatif tinggi dibandingkan tahun lalu.

PERSAINGAN DI JENJANG SMA

Persaingan kelas reguler (bukan RSBI dan jalur prestasi) untuk memperebutkan kursi sekolah negeri di Surabaya akan berlangsung lebih ketat tahun ini. Jika pada tahun 2008 lalu nilai terendah diterima di SMA Negeri adalah 30,5 maka pada tahun ini disinyalir oleh beberapa kalangan akan merangkak ke kisaran angka 31 untuk bisa diterima di SMA Negeri.

Prediksi tersebut bisa dimaklumi jika melihat pada statistik angka perolehan hasil UN 2009 tingkat SMP yang menunjukkan NUN antara 36,00 – 39,99 mencapai 5.540 siswa dan NUN antara 32,00 – 35,99 mencapai 17.142 siswa. Sementara pagu (daya tampung) yang dimiliki oleh SMA negeri di Surabaya tahun 2009 hanya 6.536 siswa.

(more…)

Mencermati PSB Surabaya 2008: Kasuistik dan Lokalitas

Prosesi PSB Surabaya Online 2008 belum berakhir saat tulisan ini diterbitkan. Baru sepertiga jalan, sampai pada pengambilan formulir yang berlangsung selama 3 hari dari tanggal 3-5 Juli 2008. Jeda satu hari untuk libur, tanggal 7-9 Juli proses pengembalian formulir yang kemudian di-entry dan diproses di server ITS. Jeda satu hari, baru pada tanggal 11 Juli diumumkan hasilnya. Bagi yang diterima, hari itu juga diminta daftar ulang dan diberi kesempatan terakhir esok harinya.

Masih terkait dengan tulisan saya sebelumnya, dari prediksi yang saya tulis, ada yang belum saya ungkap terkait rayonisasi dan pembagian kawasan. Penting dan patut dicatat bahwa sistem rayonisasi dan kawasan telah benar-benar efektif untuk pemerataan siswa-siswa pandai. Jika sebelumnya terkonsentrasi di sekolah favorit, maka dengan aturan ini, tak semua siswa dapat bebas memilih sekolah favorit di pusat kota.

Lantas apa relevansinya dengan judul tulisan?

Selama tiga hari pengambilan formulir di sub rayon 06 kawasan barat [Surabaya Barat], tepatnya di SMAN 11 Surabaya, para petugas yang menjaga 6 loket dibuat kaget dengan SKHU Sementara [Surat Keterangan Hasil Ujian] para pendaftar. Boleh jadi prediksi saya benar bahwa angka terendah diterima di SMA Negeri adalah 33-34. Tidak menjadi masalah ketika nilai itu jatuh pada mereka yang benar-benar memperolehnya dengan upaya keras. Tapi, nilai baik yang masuk ke sub rayon 06 tidak lagi menjadi dominasi 6 sampai 8 SMP Negeri di kawasan Barat, justeru sebaliknya, menjadi dominasi SMP Swasta kawasan Barat. Boleh jadi prosentasenya 30:70 [swasta:negeri] yang jauh melampaui kebiasaan yang berada di kisaran 10:90.

Kesuksesan SMP Swasta kawasan Barat selayaknya mendapat acungan jempol dengan tingginya prestasi yang mereka raih. Tentunya proses yang diupayakan adalah upaya yang benar. Tapi menjadi masalah ketika hasil UN tersebut diraih dengan cara tidak benar.

Hal ini membuat guru-guru sekolah negeri memasang tanda tanya sekaligus tanda seru di atas kepala mereka. Tak hendak menyepelekan mereka. Sungguh tidak. Tulisan ini dibuat sekadar menggambarkan kekhawatiran sekaligus kegusaran para guru negeri yang memang tau persis kualitas sekolah swasta di kawasan Barat. Tak bermaksud men-generalisir semua sekolah swasta. Juga tak bermaksud memandang rendah sekolah swasta yang ada di kawasan barat. Sekadar bentuk keprihatinan akan parahnya hasil UN SMP 2008.

Sekadar mengutip pernyataan salah seorang petugas loket, “Ya Allah, pak! Masak anak swasta xxxx NUN-nya 34,xx tapi gelang di tangan kayak rocker, pegang rokok, tanya ke petugas seperti ke temannya.. Aduuuuh paaaaakkkk! Mau jadi apa sekolah ini kalo kemasukan anak model gitu?” [komentar asli lebih pedas dari itu]. Saya sendiri sempat berpapasan dengan salah seorang pendaftar yang berusia SMP dan dengan enaknya melenggang dengan rokok di tangan. Meski belum tentu dia siswa swasta atau negeri.

Ketika dilakukan evaluasi, ternyata keluhan umum yang ada dan menjadikan kegusaran adalah jatuhnya nilai SMP Negeri dan melejitnya nilai SMP Swasta. Pertanyaan yang muncul, murnikah hasil UN mereka? Dasar pertimbangan sudah sangat jelas bahwa mutu/kulitas mereka di bawah SMP Negeri kawasan barat. *Mohon maaf yang sebesar-besarnya*

Hhmmmmm….. Satu alasan lagi bagi saya untuk mengukuhkan diri di barisan PENOLAK UJIAN NASIONAL.

Muda-mudahan ini kasuistik dan sangat lokalitas serta tidak terjadi di tempat-tempat lainĀ  bahwa Ujian Nasional tak layak menjadi tolok ukur kualitas sekolah dan pendidikan Indonesia. Juga tak layak dijadikan standar pemeteaan mutu pendidikan secara nasional.