Happy Birthday My Love [2]: Part 2 dan [3]

Postingan asal-asalan dari capeknya hati dan pikiran yang meluap amarah tapi sungguh tertahan, di sisi lain dikejar-kejar rasa bersalah pada orang-orang tercinta di sekeliling saya.

Happy Birthday My Love [2]: Part 2 

Adalah even ulang tahun komunitasku yang sangat kubanggakan, TPC. Prosesi hari kedua tanggal 10 Nopember itu diwarnai dengan sukacita yang bernuansa sederhana. Saya bertemu dengan beberapa kawan yang lama ndak keliatan seperti mas Jiewa, Mas Gandhi, Mas Niko, Mas Sagung dan kawan-kawan lainnya.

Acara yang berlangsung di sebuah rumah makan ini meninggalkan kesan berharga bagi saya, istri dan anak saya yang sengaja saya ajak hadir mengikuti acara. Momen ini sebenarnya saya anggap sebagai perayaan ulang tahun TPC, ultah anak saya sekaligus juga syukuran kemenangan SMAN 11 Surabaya beberapa waktu sebelumnya.

Meski banyak disibukkan dengan mengurus anak saya yang banyak permintaannya, naik turun tangga, minta makan tapi ndak dimakan, minta minum tapi cuman seteguk. Ah, dasar anak saya memang begitu. Saya sangat berbangga dan bersyukur dianugerahi Allah SWT. dapat bersama dengannya. [Mohon maaf, tulisan tentang TPC terbatas]

(more…)

Happy Birthday My Love [2]: Part 1

Ultah TPCUntuk kali pertama TPC menyelenggarakan prosesi ulang tahun. Acara yang digelar tergolong sederhana tapi memiliki makna yang dalam bagi saya.

Acara pertama digelar tanggal 9 Nopember 2008, sangat sederhana, hanya berupa rangkaian kumpul biasa yang merupakan agenda mingguan, Jogging Minggu Pagi [JMP]. Hanya saja diselingi dengan game berhadiah. Kali ini pula, saya mengajak siswa/I saya yang tergabung dalam PENITI yang kebanyakan adalah siswa/I baru.

Jumlah bloger yang datang cukup banyak, kurang lebih 50-an. Satu hal yang membuat saya risau, ketidakhadiran para sesepuh terutama mbah sangkil dan siwi nahrowi. Juga para deklarator TPC seperti Mas Jiewa, Mbak Evelyn, Mas Bintang, Mas Nico, Mas pandu dan Bu Titah.

(more…)

Mencermati PSB Surabaya 2008: Kasuistik dan Lokalitas

Prosesi PSB Surabaya Online 2008 belum berakhir saat tulisan ini diterbitkan. Baru sepertiga jalan, sampai pada pengambilan formulir yang berlangsung selama 3 hari dari tanggal 3-5 Juli 2008. Jeda satu hari untuk libur, tanggal 7-9 Juli proses pengembalian formulir yang kemudian di-entry dan diproses di server ITS. Jeda satu hari, baru pada tanggal 11 Juli diumumkan hasilnya. Bagi yang diterima, hari itu juga diminta daftar ulang dan diberi kesempatan terakhir esok harinya.

Masih terkait dengan tulisan saya sebelumnya, dari prediksi yang saya tulis, ada yang belum saya ungkap terkait rayonisasi dan pembagian kawasan. Penting dan patut dicatat bahwa sistem rayonisasi dan kawasan telah benar-benar efektif untuk pemerataan siswa-siswa pandai. Jika sebelumnya terkonsentrasi di sekolah favorit, maka dengan aturan ini, tak semua siswa dapat bebas memilih sekolah favorit di pusat kota.

Lantas apa relevansinya dengan judul tulisan?

Selama tiga hari pengambilan formulir di sub rayon 06 kawasan barat [Surabaya Barat], tepatnya di SMAN 11 Surabaya, para petugas yang menjaga 6 loket dibuat kaget dengan SKHU Sementara [Surat Keterangan Hasil Ujian] para pendaftar. Boleh jadi prediksi saya benar bahwa angka terendah diterima di SMA Negeri adalah 33-34. Tidak menjadi masalah ketika nilai itu jatuh pada mereka yang benar-benar memperolehnya dengan upaya keras. Tapi, nilai baik yang masuk ke sub rayon 06 tidak lagi menjadi dominasi 6 sampai 8 SMP Negeri di kawasan Barat, justeru sebaliknya, menjadi dominasi SMP Swasta kawasan Barat. Boleh jadi prosentasenya 30:70 [swasta:negeri] yang jauh melampaui kebiasaan yang berada di kisaran 10:90.

Kesuksesan SMP Swasta kawasan Barat selayaknya mendapat acungan jempol dengan tingginya prestasi yang mereka raih. Tentunya proses yang diupayakan adalah upaya yang benar. Tapi menjadi masalah ketika hasil UN tersebut diraih dengan cara tidak benar.

Hal ini membuat guru-guru sekolah negeri memasang tanda tanya sekaligus tanda seru di atas kepala mereka. Tak hendak menyepelekan mereka. Sungguh tidak. Tulisan ini dibuat sekadar menggambarkan kekhawatiran sekaligus kegusaran para guru negeri yang memang tau persis kualitas sekolah swasta di kawasan Barat. Tak bermaksud men-generalisir semua sekolah swasta. Juga tak bermaksud memandang rendah sekolah swasta yang ada di kawasan barat. Sekadar bentuk keprihatinan akan parahnya hasil UN SMP 2008.

Sekadar mengutip pernyataan salah seorang petugas loket, “Ya Allah, pak! Masak anak swasta xxxx NUN-nya 34,xx tapi gelang di tangan kayak rocker, pegang rokok, tanya ke petugas seperti ke temannya.. Aduuuuh paaaaakkkk! Mau jadi apa sekolah ini kalo kemasukan anak model gitu?” [komentar asli lebih pedas dari itu]. Saya sendiri sempat berpapasan dengan salah seorang pendaftar yang berusia SMP dan dengan enaknya melenggang dengan rokok di tangan. Meski belum tentu dia siswa swasta atau negeri.

Ketika dilakukan evaluasi, ternyata keluhan umum yang ada dan menjadikan kegusaran adalah jatuhnya nilai SMP Negeri dan melejitnya nilai SMP Swasta. Pertanyaan yang muncul, murnikah hasil UN mereka? Dasar pertimbangan sudah sangat jelas bahwa mutu/kulitas mereka di bawah SMP Negeri kawasan barat. *Mohon maaf yang sebesar-besarnya*

Hhmmmmm….. Satu alasan lagi bagi saya untuk mengukuhkan diri di barisan PENOLAK UJIAN NASIONAL.

Muda-mudahan ini kasuistik dan sangat lokalitas serta tidak terjadi di tempat-tempat lain  bahwa Ujian Nasional tak layak menjadi tolok ukur kualitas sekolah dan pendidikan Indonesia. Juga tak layak dijadikan standar pemeteaan mutu pendidikan secara nasional.

Konser Shaggydog di Ajang PENSI SMALVEN Nocturnal

Pentas seni yang bakal digelar tanggal 23 Pebruari 2008 oleh OSIS SMAN 11 Surabaya tahun ini dirasa agak berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Selain pentas seni dari siswa/i, acara tahun ini mengundang band kenamaan di kalangan pelajar dan masyarakat, Shaggy Dog.

Pensi SMALVEN diramaikan shaggy dog

Diharapkan, kelancaran dan kenyamanan dalam peksanaan acara terjaga dengan baik. Dukungan dari semua pihak sangat diharap untuk menyukseskan acara ini. Informasi lebih lengkap lihat di halaman OSIS SMAN 11 Surabaya.

—ooOoo—

(more…)