Teknologi Informasi sebagai Media Pembelajaran

This is my lucky day, mengikuti seminar Teknologi Informasi sebagai Media Pembelajaran yang diselenggarakan oleh PT. Telkom di Ruangan Lebah Biru-nya di dalam gedung Telkom Divre V Jawa Timur. Pembicara kuncinya hanya satu, Bapak Kresnayana Yahya, Dosen dan Entrepreuner ini memang handal membawa suasana emosi peserta yang rata-rata Guru SD, SMP dan SMA.Tapi, baiknya saya membahasnya lebih runut lagi.

Acara pembukaannya oleh Telkom yang diwakili oleh pak Bagus yang dalam paparannya mengharapkan dunia pendidikan lebih baik lagi dengan memanfaatkan teknologi informasi yang lebih kususnya internet dan lebih spesifik lagi internet yang menggunakan jaringan telkom. :D

Tak lama sambutan pun diberikan oleh Bapak Shaleh Mukadar yang juga politikus kawakan PDI-P dan menduduki kursi DPRD Tk. 1 Jatim di komisi E bagian pendidikan. Dalam sambutannya, beliau mengkritisi kurikulum pendidikan nasional yang kelulusan siswanya ditentukan oleh mesin. Guru tak lagi memiliki otoritas penuh untuk menilai anak didiknya.

Beliau juga menyampaikan bahwa seharusnya guru negeri dan swasta menjadi tanggung jawab pemerintah, karena bagaimanapun, guru swasta juga mengabdi pada pendidikan anak bangsa. Kritik-kritik segarnya diselingi humor khas yang keluar dari suara lantang dan lugas. Meski dalam hati saya juga bertanya-tanya, “wah ini mesti ada apa-apa di baliknya”.  Karena sebentar lagi di tahun 2010 beliau bakal meramaikan jagad perburuan posisi pemuncak pemerintahan Kota Surabaya, L 1.

Tak lama kemudian acara puncak diisi oleh paparan Bapak Dosen Kresnayana Yahya, paparannya yang panjang dan lebarnya cukup melelahkan sebenarnya bagi mereka yang tak terbiasa mendengarkan ceramah berlama-lama. Akan tetapi, kekuatan tutur beliau sepertinya mampu membuat peserta bertahan hingga acara selesai pada pukul 13.14 (waktu handphone saya) yang kurang lebih memakan waktu kurang lebih 2,5 jam.

Beberapa point penting yang saya dapatkan dari paparan beliau di antaranya adalah:

  1. Pendidik seharusnya tidak mencetak orang pintar tapi menciptakan generasi kreatif, berhati nurani dan berkarakter
  2. Pemanfaatan TI dalam pembelajaran harus mampu arif dan berpihak pada keseimbangan alam, data sebesar 2GB yang dimanfaatkan secara online dan tidak dicetak akan mampu menghemat 50 rim kertas -> menghemat 5 ha hutan -> menghemat 50.000 liter air (saya sendiri lupa dari mana hitung-hitungannya). Dengan TI hidup harus lebih efisien dan menjaga keseimbangan alam.
  3. Guru yang tidak berkembang maka dia adalah pegawai, guru yang terus berkembang maka dia seorang profesional.
  4. Belajar untuk berperan itu lebih baik dari pada belajar untuk hidup di era sekarang.
  5. 70% pendidikan lebih sukses diselenggarakan secara informal sementara 30% diselenggarakan secara formal.

Satu hal yang cukup melegakan adalah bahwa di penghujung acara, saya mengajukan permintaan kepada beliau untuk menjadi salah satu blogger senior Surabaya dalam wadah TuguPahlawan.Com dan beliau menyatakan kesanggupannya untuk bergabung. Saya juga menawarkan kepada guru dan sekolah yang ingin mendapatkan fasilitasi dari komunitas Blogger Surabaya terkait pemanfaatan TI dalam pembelajaran bisa menghubungi TuguPahlawan.Com. Dan untuk itu saya mendapatkan souvenir Modem Free untuk akses Speedy. Ada yang butuh modem speedy, silakan hubungi saya. :D

The Most Article:

11 Comments

(Required)
(Required, will not be published)
CommentLuv Enabled