Unlimited Bandwitdh

We knew bandwidth in web hosting is a measure of transfer data, refer to wikipedia, this term is not correct to describe amount of data transferred to or from the website or server within a prescribed period of time. The more accurate for this phrase is [period] data tranfer, such as weekly data transfer or monthly data transfer.

Another using of bandwidth phrase in internet connection tranlated as the physical layer net bitrate, often slightly more than the maximum throughput of common Internet access technologies. The using of two terms above still a debatable thing and I will not talk about this matter technically.

Unlimited bandwidth in this article far away from its definition technically, more contextual in daily practice, specifically about human relationship to The God in holy month like this month for muslim in the world.

–ooOoo–

Saya baru bisa menangkap bahwa dalam peradaban berbasis materi ini, rasanya sulit menghindarkan diri dari ‘ingin lebih‘. Bahkan dengan kata ‘cukup‘ dan dengan keadaan ‘cukup‘ pun rasanya semua masih ‘kurang‘ dari ‘cukup‘ itu sendiri. Dalam hati saya bergumam: ‘kapan awak bisa bersyukur?‘ bila menurut-Nya sudah cukup dan pantas tapi saya merasa masih kurang dari ‘cukup’? Seringkali saya merasa malu pada-Nya dalam setiap kesempatan berdo’a, saya merasakan seolah-olah Dia adalah Jin lampu Aladin yang setiap saya butuh ’sesuatu’ saya meminta dan berharap segera dikabulkan, bila tidak ada butuh, ya jalan terus saja tidak perlu tolah-toleh, tengak-tengok.

Saya seringkali malu, benarkah Tuhan adalah Tuhan bagi saya, benarkah Tuhan adalah Zat yang digandrungi atau sekadar pemenuh kebutuhan temporar yang tak habis-habisnya itu? Meski dalam kebandelan saya berdalih: ‘Lebih baik meminta, mengadu pada-Nya daripada kepada makhluk-makhluk-Nya, meski yang diminta receh-receh, remeh-remeh dan terkadang terasa sangat naif’. Seringkali sikap permissive saya dominan sehingga membiarkan keluh kesah dan derita dunia yang sepele itu saya adukan pada-Nya. Ya Allah Gusti Kulo, nyuwun agunging pangersami bilih kawulo sambat dhumateng panjenengan.

Saya sadar sepenuhnya bahwa saya hanyalah ‘debu semesta‘ yang sering merasa tak pantas sambat pada-Nya karena kesombongan dan arogansi diri yang kerap menghiasi keseharian debu dunia. Saya seringkali malu setiap kali menghadap-Nya, karena memang jarang memuji-Nya, jarang mengagungkan-Nya, jarang memuja-Nya kerap melalaikan-Nya tiba-tiba datang berkeluh kesah dan meminta-minta. Jauh dibandingkan dengan para kekasih-Nya para pemuja-Nya para pengagung-Nya yang konsisten setiap hari menemui-Nya dengan kesadaran penuh memuliakan-Nya di atas segala sesuatu.

Traffik harian pemuja dan pengagung-Nya luar biasa tinggi yang datang dari segala penjuru dunia dalam sepermiliar detik selalu ada, mengalir dan menggelombang menghampiri-Nya. Saya yang jarang menghampiri-Nya, yang sepersekianmiliar debu semesta, sepersekianmikrobit itu datang hanya sesekali dan itu juga meminta-minta dan berkeluh kesah. Tapi, sungguh, Gusti Allah itu memang Maha Unlimited Bandwith. Kekhawatiran bahwa sepersekianmiliarbit itu akan terhambat dan macet ternyata tiba juga di hadapan-Nya tanpa ada interferensi atau stag di tengah jalan. Keluh kesah saya diterima-Nya dengan dialektika yang luar biasa di luar jangkauan logika debu yang sepersekianmiliarbit ini. Kapan pun dan di mana pun, dalam keadaan traffic tinggi atau rendah, Allah Maha Unlimited Bandwidth akan selalu berkenan menerima keluh kesah dari makhluk kecil sepersekianmiliarbit ini.

Anda yang menggunakan jaringan kabel UTP tidak perlu kuatir mengalami stag di tengah jalan atau mengalami kekhawatiran akan didominasi oleh mereka yang menggunakan jalur fiber optik atau mereka yang menggunakan koneksi nirkabel via satellite. Jangan ragu gagal koneksi, tidak perlu ragu apakah anda menggunakan dial-up, broadband atau satellite, yang penting tidak salah mengatur dial number, tidak salah men-setting username dan password koneksi. Satu-satunya penyebab gagal koneksi adalah kealpaan kita sendiri akan dial setting yang telah diajarkan oleh para provider.

Terima kasih kepada Allah Maha Unlimited Bandwidth yang berkenan memerciki sepersekianmiliarbit ini menjadi beberapa kilobit bahkan megabit ini. Kepada orang ini melalui tulisannya ini, terima kasih atas tegur sapanya, melaluinya, sepulang subuhan di masjid yang telah lama saya abaikan, akhirnya bisa menggerakkan kembali kaki saya ke rumah-Nya, mudah-mudahan istiqomah. Amin. Dan karenanya pula ada ide menuliskan postingan ini.

Related Post:

13 Comments

(Required)
(Required, will not be published)
CommentLuv Enabled