Untuk Sang Kenangan [5]
Semilir angin malam di lembah dingin semakin membekukanku dalam diam tak berkesudahan. Mengukir pesonamu di langit-langit khayalku yang mengkristal mengukuhkanmu di atas singgasana kenangan.
Aku merengkuhmu dalam hujan badai tak berkesudahan. Mengusap air matamu yang tumpah dari langit. Sampai kapan episode ini berakhir?!
Kehangatanku tak mungkin bertahan lama dalam hujan badai, suatu saat lebur dalam gigil yang menjadikan kita beku selamanya.
Jika harus demikian, maka mari dengan segenap keberanian tersisa, kita songsong kematian… Atau mari kita terjang badai dengan sisa kehangatan yang ada…
-o0O( )O0o-
Kini, semua sudah berlalu, akhirnya memang harus diakhiri dengan menyongsong kebekuan dan kematian. Kisah kita telah beku dan mati sejak enam musim lalu. Berakhir dengan dramatis dan sangat indah di tengah pesonamu yang luar biasa merangkum sukma.
Engkau meninggalkan selaksa keindahan, pesona dan keagungan…
Aku menunggumu dalam hujan…
Disclaimer: Tulisan ini kelanjutan dari Untuk sang kenangan [bag.1], [bag.2], [bag.3] dan [bag.4]
Artikel terkait:
Jika anda tertarik silakan tinggalkan komentar or subscribe feed dapatkan artikel mendatang blog ini melalui email.
Comments
GAK MUDENG PAK..
otakku terlalu encer untuk mercerna benda padat begini ![]()
det’s last blog post..Akrobat Jalanan Botol Galon Aqua
sepertinya harus membaca yg sebelumnya tuk mengerti..
oiya mas, taqobalallahu minna waminkum..taqobal ya karim..
hanggadamai’s last blog post..Respon Komentar, Jamuan Yang Baik
pak.. kenangan itu siapa?
hmm…..
hehehe *berfikir dalam*
aRuL’s last blog post..Membandingkan Iklan Partai Politik
Waduh, kalau membaca tulisan yang berbau-bau puitis kayak gini aku nggak mudheng. Bahasanya tingkat tinggi sih! Hehehe…
Edi Psw’s last blog post..Selamat Idul Fitri 1429 H
kenapa harus memilih mati sementara masih ada kehangatan tersisa… ataukah cost and benefitnya yang gak balance
selagi ada kehangatan kenapa tidak memilih menerjang badai, kalaupun akhirnya harus mati dan beku tapi paling tidak ada perjoeangan.. atau mungkin gak yakin badai pasti berlalu
sering-sering dinyayikan aja pakde biar yakin
halah.. kok saya jadi sok mengerti tulisan pakde yang puitis abis..
Selamat berdjoeang pakde gempur dan tetap semangat.
cakbud’s last blog post..Shaum Dalam Minoritas
mas gempur..
aku datang…
*sambil diiringi hujan lebat ![]()
okta sihotang’s last blog post..No design, no activity, no..no..no…ASTRA(7)
lama ga baca tulisan macam ini….
ah,tetep aja aku ga mudheng..kekkekeke
escoret’s last blog post..Polisi emang saatnya pasang tarif
** berharap jadi yang ditunggu pak gempur, trus ditraktir mie ayam **
hmm… kisah kayak beginian emang ciri khas pak Gempur n_n
Nduk’s last blog post..Spagheti dan Silaturahmi
** berharap jadi yang ditunggu pak gempur, trus ditraktir mie ayam **
hmm… kisah kayak beginian emang ciri khas pak Gempur n_n
Nduk’s last blog post..All About Shei
Selamat! Anda mendapat Pe-er dari saia , silakan check di sini
Bon Chance!!
Nduk’s last blog post..All About Shei
Takdir tidak untuk diratapi tetapi perjalanan hidup harus tetap & akan selalu dihargai.
Piye kabare Cak?

















*set mode sediakan payung buat pak gempur biar gak kehujanan*